aq bukan prEmaN

Lilis ga se7 mendidik dan mengajar dengan kekerasan. Kekerasan ga akan menyelesaikan masalah, ga akan membuat pintar siswa. Meski lilis terkadang pernah juga “mencubit” siswa yang bandel, itupun cubitan sayang sekedar nempel aj ke kulit. Ga ampe menyakiti seperti kisah guru di gorontalo tsb. Menurut lilis terkadang emang perlu siswa di beri sanksi fisik tapi ga harus di tempeleng. Lilis sich biasanya menghukum dgn cara siswa di suruh menyapu lantai, memungut sampah, membersihkan wc, menyiram tanaman. disamping memberi sanksi juga ngajarin siswa ngelakukin pekerjaan sehari2. Kbetulan lilis ngajar anak SMA jadi dgn disentuh kulitnya ato di pegang telingannya dgn pelan mereka udah malu, coz klo sampe guru menyentuh kulit mereka itu artinya teguran paling keras. Ga perlu lah ampe di tempeleng sgala. Anak sma udah gede jadi mudah mendengarkan dan mengerti jika qta berbicara baik2. Mari qta jadi guru yang bener2 layak digugu dan ditiru.

Advertisements

14 Responses to aq bukan prEmaN

  1. padiemas says:

    http://padiemas.wordpress.com/

    Guru yang menggunakan kekerasan dlm mendidik sudah menjadi preseden buruk dari perekrutan calon guru selama ini.

  2. fahd reza says:

    sepakat mbak … harus kaya gt hehe # yup lilis akan trus berusaha jadi guru yang baik

  3. Wew..
    Kekerasan..
    Uda ndak jamannya lagi deh..

  4. azlankadir says:

    guru adalah teladan bagi siswa2 nya…bukan kekerasan hihihi πŸ˜€

  5. raksawardana says:

    Setuju, Jangan sampai deh… apalagi mereka kan anak orang… bagaimana perasaan orangtuanya kalau anaknya ditempeleng.. # orang tua pasti ga akan rela jika anaknya diperlakukan begitu. Makanya lilis berusaha agar jadi guru yang baik

  6. cyperus says:

    wah.. aku jd teringat guruku SD, dia cukup hanya dengan melotot saja.. muridnya dah pada takut..
    termasuk aku.. # lilis pengennya dgn berkata2 aja anak2 udah segan.

  7. fauzan says:

    Setuju…saya juga tidak setuju dengan cara kekerasan, apapun dalihnya. klo da waktu gabung di ngecap.detik.com ya.. (http://ngecap.detik.com/profile/fauzan79)!!! # iya ntar lilis mampir dech.

  8. klo aku sempat berfikir, kadang kala guru memang harus “memukul” untuk meluruskan kelakukan dan budi pekerti muridnya. cuma memang harus bijak, kapan saat memukul yg tepat πŸ™‚

  9. ariyulianto says:

    guruuuuuuuuuu jugaaaaaaaaa manusiaaaaaaaaaaaa, punyaaaaaaaaaaa rasaaaaaaaaaaa punyaaaa hatiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii πŸ˜€

  10. lischantik says:

    Lilis bangga jadi guru meski banyak problematikanya. Ini profesi lilis yang mesti di jalani dgn setulus hati.

  11. oyepopoye says:

    Smua yang uda dijalani dengan setulus hati pasti nya akan membawa dampak yang menggembirakan!!
    sukses trus buat penerus oemar bakri..^_^

    salam Go Blog

  12. easy says:

    setuju banget lis. kekerasan itu bukan cara didikan yang baik

  13. Heru says:

    dalam dunia pendidikan, kekerasan benar2 diharamkan..
    tidak ada kekerasan dalam pendidikan.. itu PASTI…

    kekerasan bukanlah suatu alat untuk mendidik…
    mari bagi sesama pendidik, buanglah kekerasan dalam pendidikan kita…
    Maju terus pendidikan Indonesia..

    heru
    http://siheyu.net
    http://glocalmagz.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: