mEndung di T4 kerja

Sabtu kemaren adalah hari paling tak “mengenakkan? slama Lis kerja di Puskom. Saat itu suasana kerja bener2 ga lagi seperti biasanya. Ada pertentangan diantara senior, ada perbedaan pendapat. Memang udah cukup lama mereka tak sejalan dalam kerjaan. Semua yang terlihat baek2 di permukaan sirnalah sudah. Slama ini Lis tak pernah berani komentar, Lis sadari pekerjaan ini masih Lis rintis, masih ada banyak hal yang mesti Lis pelajari dan perlu penyesuaian diri.

Rapat akhir pekan berjalan tanpa ada keceriaan, bilapun ada itu karna keterpaksaan. Lis dapat ngerasaain hal itu. “suasana makin panas? udah beberapa hari Lis liat dia ngerasa tertekan banget. Tapi saat itu Lis ga berani nanya, dia kan senior Lis ‘n’ rasanya ga pantes aja. Selepas makan siang akhirnya dia cerita dihadapan Lis ‘n’ 2 rekan kerja lainnya. Bahwa sepertinya dia udah ga tahan lagi kerja di Puskom klo orang itu (atasannya) masih di Puskom juga. Jadi kesimpulannya satu diantara mereka harus pergi. Kebetulan tahun depan akan ada mutasi, kesempatan itu dia akan mengajukan mutasi ke bagian laen.

Dalam satu minggu ini ada kegiatan di puskom yang menghadirkan pihak luar. Demi menjaga nama baek Puskom semua orang pasti akan bersikap seolah-olah semuanya baik-baik saja. Lis ga tau apakah seminggu kedepan semua akan baek2 saja? Lis ga yakin…

Lis mengenaknya sejak Lis masih mahasiswa dulu, Lis tau semua kesibukannya di kantor. Waktunya hampir semua di habiskan di kantor ngurusin Puskom. Terkadang bila kerjaan banyak dia lebih sering lembur sendirian dan menomorduakan keluarga (hanya saat2 tertentu saja, baginya keluarga tetep nomor satu). Itu semua demi puskom di mana dia kerja. Tapi…. sunguh kelewatan (atasannya) tak pernah menghargai semua kerja kerasnya. Di depan pimpinan Puskom dia selalu disalahkan. Kemaren adalah puncak semuanya, Lis ga tega ngeliatnya sedih, tertekan, marah, kesel …aduh… pokoknya kemaren itu dia tampak bener2 kacau. Itu bukan sosok yang Lis kenal selama ini. Tak ada keceriaan, yang ada hanya rasa kesal dan marah. Sepanjang hari kemaren Lis ngeliat dia berusaha keras agar tidak tampak terlihat kesal. Andai bisa Lis pengen membantunya, membuatnya agar bisa kembali seperti dulu.

Lis tau semua kerja kerasnya, semua pengorbanannya demi kemajuan Puskom. Dia juga yang menjamin Lis ‘n’ 3 rekan Lis yang masih magang. Dia yang meyakinkan pimpinanan baru bahwa Lis ‘n’ 3 rekan Lis udah lama di Puskom dan tak perlu di ragukan lagi kinerjanya. Meski Lis bukan ahli di bidang komputer paling tidak Lis tak pernah berhenti tuk mengenal lebih dalam dunia komputer. Itu juga hal yang Lis sampaikan saat wawancara langsung dengan pimpinan Puskom tempo hari. Karna Lis menyukai pekerjaan ini, Lis ninggalin profesi yang dari kecil Lis cita-citakan. Seharusnya Lis mengabdikan diri tuk menjadi guru kimia sesuai bidang yang Lis ambil saat di kampus biru.

“Bagi seorang perempuan menjadi guru adalah pekerjaan yang paling baek, kerjanya ga terlalu menyita waktu, paling hanya beberapa jam dalam setengah hari, murid libur Gurupun ikut libur, jadi bila udah bersuami & memiliki anak bisa memiliki waktu lebih banyak berkumpul dengan keluarga, kenaikan pangkat juga ga terlalu rumit, bisa amet muda tiap hari ketemu ‘abegeh’, slalu di panggil IBU GURU meski berapapun usianya? itu adalah nasehat dari seseorang yang Lis kenal dulu.

Entah mengapa akhir perjalanan membawa Lis tuk menuju langkah yang berbeda, Lis memilih kerja di Puskom, meski pekerjaan ini belum menjanjikan tapi Lis yakin Lis tak menyesali memilih pekerjaan ini. Lis udah mulai dan tak akan pernah berhenti sebelum bintang kesuksesan hinggap di hidup Lis.

Tak ada kata terlambat tuk belajar, karna dunia komputer bukan bidang yang Lis tekunin, makanya Lis mesti memulainya dari awal. Lis mesti belajar banyak hal lebih mendalam lagi. Karna Lis udah nentuin pilihan, bahwa pekerjaan ini yang akan Lis tekunin.

Tapi…. Dengan terjadinya kemelut di Puskom, Lis ga yakin lagi akankah mimpi Lis bisa terwujud, akankah Lis tetap kerja di Puskom. Lis ga tau lagi, jadi selama seminggu kedepan ini Lis ga tau lagi mesti gimana, rasanya ada yang hilang dari kehidupan kerja ini, satu kebersamaan dan keceriaan hilang entah kemana.

Lis ikut ngerasaain apa yang di rasaain oleh rekan kerja Lis itu. Udah lama…. Lis mengenalnya. Kemaren adalah hari terburuk yang Lis liat. Lis ga rela ngeliatnya berada dalam situasi seperti itu. Lebih ga rela lagi bila ntar dia mesti pindah ke tempat laen, moga aja yang pindah bukan dia.

Hari ini Lis masuk kerja dgn setengah hati, bila menuruti kata hati Lis pengen di rumah aja, duduk manis dan bercengkrama dengan keluarga. Tapi di sisi laen Lis ga boleh ninggalin kerjaan, Lis mesti tetep masuk kerja. Itu harus dan tak bisa di tawar. Pekerjaan ini masih perlu di perjuangkan, Lis perlu menggapai semua mimpi dan menjadikan diri Lis yakin bahwa Lis tak menyesal memilih pekerjaan ini. Meski jauh di lubuk hati Lis tetep nyimpen keinginan tuk jadi Guru SMU di kampung halaman.

Satu pinta Lis dalam do’a di hari ini, semoga Lis bisa melewati masa-masa sulit ini, semoga dia ga lagi sedih ‘n’ marah bin kesel seperti hari sabtu kemaren. Dan ternyata doa itu di dengar olehNya. Pagi ini dia udah rada ceria… meski belum kembali seperti sosok yang selama ini Lis kenal.

Advertisements

2 Responses to mEndung di T4 kerja

  1. lischantik says:

    hati ini begitu kacau….

  2. lischantik says:

    🙂

    alhamdulilah …
    akhirnya semua masalah udah terselesaikan..
    kini semua udah baek2 aja…

    🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: