pErsimpangan jalaN

Beberapa hari terakhir ini, Lis ngerasa jenuh banget dengan dunia kata. Hampir di semua tempat yang Lis ada, Lis ga lagi menyapa seperti biasa. Paling hanya beberapa kata aja. Jenuh…bosan….pusing…. bingung dan segudang rasa lainnya.
Lis ga yakin bener, apakah rasa itu karna ‘sepatah kata cerca / karna keterdiamanya. Hasri-hari belakangan ini begitu banyak hal yang membuat Lis ngerasa jatuh dalam dilema dan lara.
Info itu datangnya mendadak, mendadak sekali, Lis dihadapkan pada dua pilihan yang memberatkan. Tetap di tempat kerja yang sekarang ataukah mengabdikan diri di tempat asal. Lis tau klo satu saat nanti Lis harus mengabdikan diri sesuai dengan bidang ilmu yang Lis dapatkan saat di kampus biru. Profesi yang selama ini masih dalam angan. Tapi Lis ga pernah mengira hal itu akan secepat ini.
Menjadi pahlawan tanpa tanda jasa adalah impian impian Lis sejak dulu, mengabdi di kampung halaman adalah kebahagian tersendiri. Lis bisa kembali ketemu temen-temen sepermainan, Lis bisa mengabdi di tempat dulu Lis sekolah, yang paling penting dan tak akan ternilai dengan intan permata sekalipun, adalah Lis dapat berkumpul dengan keluarga.
Lis ga siap bila mesti nginggalin pekerjaan yang sekarang. Pekerjaan yang udah lama Lis tekunin. Lis memiliki tim kerja yang solid, rekan-rekan sekantor yang begitu baek dengan Lis.
Pengennya sich Lis tetep memilih ke dua pekerjaan itu, tapi.. mustahil banget. Itu ga akan bakalan jadi nyata. Aduh… Lis masih belum bisa menentukan pilihan untuk saat ini biarlah semua berjalan apa adanya.
Lis ngerasa kehilangan banget, kehilangan sahabat yang selama ini selalu ada menemani, sahabat yang paling ngertiin Lis. Lis tak pernah nyesel mengenal sahabat sepertimu. Bila benar kamu tak lagi seperti saat pertama Lis mengenalmu, biarlah kamu dalam kenanganku tetep kamu yang ku kenal saat itu.
Sampai saat ini, Lis belum juga menemukan seseorang yang bisa ngebantuin Lis dengan suka rela tuk ngedesain blog ini. Blog gratisan yang pengen banget Lis ubah penampilannya. Hal ini udah pernah Lis ungkapkan sebelumnya. Lis pengen blog ini ga hanya berubah penampilan karma hasil comot sana dan sini. Maunya Lis, Lis kembali menemukan seseorang yang ngertiin banget Lis, yang bisa ngebantuin Lis dengan tulus, yang dapat di percaya seperti Lis mempercayaimu. Yang tak kalah pentingnya ga’ ngerendahin Lis.

Di dunia kata ini…
Cukup banyak Lis mengenal karakter orang
Cukup banyak Lis menganal canda dan tawa orang
Cukup banyak Lis mengenal orang pintar
Tapi
Tak cukup banyak Lis temukan sosok sepertimu
Tak cukup banyak orang yang seperti anganku
Tak cukup banyak orang peduli
Seperti kepedulianmu pada Lis
Kini kamu tak lagi disini
Ku tak dapat terus bersamamu
Meski ada yang lebih dari mu
Bagiku kamu yang paling unik
Karnamu ku yakin ada masa di hadapan
Karnamu dapat ku hilang keraguan

………………………………………………………………………………………………

Advertisements

2 Responses to pErsimpangan jalaN

  1. cg0N3 says:

    Hmm…meskipun kelihatannya baru bikin blog, tapi Lis termasuk rajin yach ngisinya 😀
    Tapi kenapa yah, kok isinya sedih mulu?
    cheers

  2. lischantik says:

    🙂

    Lis sering kok nulis yang ga sedih…
    hanya aja kali ini mungkin emang itu yang lagi Lis rasain

    🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: