umar bakri negri ini…. seberapa peduli anda?

July 10, 2007

Umar bakri… ah aq teringat selalu lagu Iwan Fals itu, sore dan pagi tadi kembali aq menyaksikan para ‘umar bakri” dari Jatim yang ke Jakarta demi memperjuangkan anggaran pendidikan agar segera terrealisasi sebagai mana mestinya. Bukan hanya memperjuangkan kemajuan dunia pendidikan tapi juga memperjuangkan nasip guru. kesejahteraan bagi guru, itu yang di perjuangkan. Beberapa hari yang lalu, aq pun menyaksikan berita di TV yang membahas tentang guru yang udah 17 tahun menghonor tapi belum juga di angkat jadi pegawai negri. 17 tahun jadi guru dengan gaji yang kecil ( berapa nominalnya lilis lupa) yang pasti demi tetep menjaga kelangsungan hidup keluarga dan membiayai sekolah anaknya. Dia melakukan 3 pekerjaan sekaligus dalam  sehari, ya mengajar, ya membuka tambal ban dan menjadi tukang becak.

Air mata ini menetes… menetes… berderai tak tertahan nasip guru dari dulu hingga kini selalu aja di garis kemiskinan, jikapun ada yang hidup mapan itupun pasti hanya segelintir orang ajah. Di negri ini begitu banyak orang pinter…Di negri ini begitu banyak yang menduduki posisi penting di pemerintahan, tapi untuk membuat keputusan agar dunia pendidikan maju dan agar kesejahtraan guru meningkat. Mereka selalu aja memilik 1001 alasan. Entah sampai kapan mimpi hidup layak agar sebanding dengan profesi lainnya itu bisa terwujud.

Semua orang di negri ini yang kini telah hidup dengan nyaman dari segi ekonomi, mereka seolah tiada peduli dengan nasip orang yang dulu mengajarinya membaca, dengan orang yang dulu mengajarinya menulis dan berhitung, orang yang dulu mencurahkan semua daya & upaya agar sang anak menjadi pintar & mengerti. Mereka lupa…. Tanpa guru tak akan mungkin mereka menjadi seperti sekarang ini…

Aq sedih… aq selalu ingat berita2 di tv menjelang HARDIKNAS tahun ini, kemaren dulu itu. Begitu banyak tayangan berita di tv yang mengangkat kehidupan serba kekurangan dari guru. Guru selalu di tuntut untuk menjadi teladan, guru selalu di tuntut untuk menjalankan tugas dengan profesional. Meski keadaan ekonomi menghimpit jiwa para umar bakri terus berjuang mencerdaskan anak bangsa. Tapi…. Guru juga manusia biasa…guru bukan robot …. kehidupan  yang serba sulit di zaman yang seperti ini membuat beban hidup guru kian bertambah.

Ada banyak guru yang masih berstatus ‘Honda” honor daerah, honor sekolah, honor  yayasan, dan honor2 laennya. Ada yang sebulan hanya di gaji 200 ribu aja. Bayangkan dengan duit yang segitu banyaknya, dengan biaya hidup yang tinggi. Mau menjadi seperti apa guru? Guru mesti berjibaku dengan waktu… guru mesti memutar otak, memeras tenaga demi menyambung hidup….

Guru PNS yang notabene adalah pegawai negri hidupnya pun tak lantas bergelimang harta. Hidupnya pun mesti kencengin ikat pinggang, dengan gaji yang tak lebih banyak dari guru honor… merekapun mesti pinter2 membagi waktu & keuangan agar hidup ini bisa terus berlanjut. Gaji 1 bulan yang hanya beberapa ratus ribu itu tak tersisa sedikitpun… apa lagi yang mesti di tabung… biaya hidup makin lama makin tinggi, keperluan sosial di lingkungan tempat tinggal ga mungkin di cuek bebekin. Qta mesti peduli dengan lingkungan.

Karna umar bakri adalah pangilan hati.. karna umar bakri adalah pilihan profesi, karma umar bakri adalah kehidupan yang sudah di jalani, maka umar bakri terus membaktikan diri demi mencerdaskan anak negri. Tak peduli bagaimanapun keadaannya umar bakri di negri ini terus berupaya maksimal untuk yang terbaik bagi anak didiknya.

Terkadang aq merasa iri…. Dan teriak dalam hati…

Aq iri kenapa dirut bin pimpinan BUMN gajinnys berkali2 lipat gaji presiden

Tapi ribuan guru di negri ini hidup dalam garis kemiskinan

Kenapa sistem pemberian gaji di negri ini begitu tak adilnya?

Di satu sisi orang hidup bergelimang harta

Di sisi lain orang hidup sengsara

Kenapa negri ini tak peduli nasip umar bakri

Kenapa orang2 dunia nyata & dunia kata jarang yang peduli dengan umar bakri?

Begitu ada artis yang cerai ato apapun tentang artis maka rame2 semua orang baik dunia kata ato pun dunia nyata menyebar luaskan

Begitu ada politikus terlibat skandal …

Begitu ada info IT tercangih ato apapun itu semua orang teriak bersama membahas dengan semangat 45

Tapi…

Begitu ada guru yang berdemo menuntut kesejahteraan

Begitu ada yang guru yang merangkap jadi tukang becak

Begitu ada guru yang gajinya hanya 200 ribu perbulan

Begitu ada guru yang ngontrak di rumah kecil yang ga layak huni

Semua diam…

Semua seolah ga mendegar

Berita di tv di anggap angin lalu “toh itu bukan aq yang ngalamin” mungkin hal tersebut yang hinggap di benaknya

Semua tutup mata & telinga

Hanya segelintir yang peduli

Hanya segelintir yang bicara

Hanya segelintir yang bertindak

Ah

Mungkin mimpi ini terlalu muluk

Mimpi melihat guru di negri ini hidup sejajar dengan profesi lainnya

Mimpi melihat guru di negri ini hidup tanpa mesti menjadi tukang becak & tukang tambal ban

Mimpi melihat guru di negri ini hidup dengan senyum ceria tanpa beban ekonomi

Kamukah itu yang peduli nasip guru?

Kamukah itu yang peduli dunia pendidikan negri ini?

Kamukan itu yang menjadi pendukung sejati umar bakri?

Kamukah itu yang selalu ingat jasa umar bakri?

 

 

 


istri cEmburu celakalah aq

July 4, 2007

Apa yang menurut qta biasa-biasa aja, belum tentu sama artinya di mata orang lain. Hubungan sosial dilingkungan kerja dan masyarakat pada umunya begitu kompleks. Aq ga abis mengerti mengapa begitu membabi butanya pandangan perempuan terhadap rekan kerja suaminya. Tanpa mencerna lebih mendalam akan makna sebuah ikatan kerja, akan makna sebuah hubungan social di lingkungan kerja.

Aq tahu cemburu itu normal, tapi ga bakalan menyangka jika aq mesti kena damprat gara-gara hubungan kerja dengan suami orang. Aq dan beberapa temen aq biasa memanggil si A dengan sebutan abang. Hal inilah yang menjadi sumber masalah. Kejadian ini udah lewat beberapa bulan. Tapi aq ga bisa ngelupainnya. Gara-gara sebuah sms aq kena marah, aq kena damprat, aq kena peringatan. Kesalahan terbesar aq, aq lupa klo istri si A ini pencemburu berat, aq ga tau klo aq mesti memakai bahasa resmi jika berkomunikasi dengan si A.

Gara-gara memanggil “abang”, sumpah serapah di alamatkan padaku, meski lewat sms. Tapi rasanya ga akan terlupa. Rasa sakit di tuduh yang tidak2, rasa kesel bin benci. Rasa menyesel aq, andai bisa aq ulang ga bakalan dech aq mengirim sms itu. Aq hanya menanyakan info sekolah, eh berbuah dampratan dari istrinya. Istrinya cemburu baget ‘n’ nanya-nanya mulu siapa aq sebenernya, padahal udah aq jelasin aq hanya temen kerja suaminya ga lebih. Eh dianya tetep aja ga percaya. Dia nelpon aq, aq angkat tapi dia ga mau bicara dia biarain aq cuap-cuap, istri si A hanya diam aja. Eh setelah nelpon dia damprat aq abis-abisan lewat sms.

Aq ga boleh lagi sms an dengan suaminya, aq ga boleh lagi berkomunikasi dengan suaminya. “Jangan Ganggu Suamiku” itu kata2 kasar di antara beberapa kata lainnya. Emang aq sebegitu jahatnya di mata dia, aq ga melakukan hal yang teramat fatal menurut aq tapi penerimaan istri si A sungguh di luar dugaan.

Si A udah aq kenal sejak aq kuliah, kenal karna satu daerah. Ga ada pikiran aneh-aneh terhadapnya. Pelajaran berharga dari kejadian ini, apapun kondisinya lebih baik sesedikit mungkin dech berbuat hal-hal yang kira-kira bisa bikin istri orang cemburu. Aq ga mau didamprat lagi hanya karna kesalahan berkomunikasi.

Apa yang terlihat didepan mata, itulah yang pertama menggugah emosi, apa yang nampak sekilas itulah yang memancing emosi. Aq ga terlalu ngerti seberapa dalam ketakutan seorang istri akan kehilangan orang yang di cintainya. Aq tahu cinta bisa membutakan segalanya. Hubungan suami istri adalah hubungan yang kompleks, yang qta ga akan tau apa yang terkandung di dalamnya.

Wanita adalah sosok penuh misteri, begitupun lelaki menyimpan rahasia tersendiri. Tapi… apa iya rasa cemburu dan ketakutan akan kehilangan pasangan, membuat logika tak jalan?. Jawaban pastinya tiap individu ga akan mungkin sama.Entah jalan mana yang terbaik yang mesti di tempuh agar ini ga akan terulang lagi. Semua hal yang dapat menimbulkan kesalah pahaman udah seminimal mungkin aq hindari. Kosa kata berbicara, aq jaga agar tetep pada relnya dan sesuai dengan situasi.

Karma kejadian itu aq paling “sensi” dech klo bercanda & berkomunikasi ama orang yang udah beristri, aq paling menjaga agar ga kelewatan berbicara,. Maksud qta bercanda tapi ada kalanya orang mengartikan lain. Jika udah terlanjur terjadi bercanda kelewatan dan minta maaf udah di lakuin, yach… akhirnya pasrah aja dech orang mau bilang apa. Yang penting aq tulus berbicara bin bercanda dan ga ada tujuan di baliknya.

Satu harap aq moga aja lingkungan kerja aq bisa kembali kondusif dan permasalahan keluarga ga menggangu kinerja aq. aq ingin dunia kata & dunia nyata ga membuat aq tertekan karna kesalahan berkomunikasi.  :)


guru juga maNusia…

July 3, 2007

Setahun.. yach …. Genaplah sudah setahun aq tekunin kerjaan baruku sebagai seorang umar bakri. Aq “baru” dalam dunia pendidikan ini, aq masih hijau dalam bidang ini. Otak aq masih mengingat dengan baiknya segala teori di kampus biru. Tapi… teori tetaplah teori, kenyataan berbicara lain. Betapapun aq berusaha dengan sekuat tenaga membaktikan diri tuk membuat semua menjadi lebih baik. Tapi pikiranku tak sejalan dengan kenyataan yang ada.

Setahun aq mengajar, setahun aq mendidik, setahun aq mempraktekkan semua teori yang selama ini aq peroleh. Teori ilmu ‘pendidikan’ tinggallah teori. Interaksi di lingkungan kerja begitu jauh dari harap indahku. Dunia pendidikan tak lepas dari intrik dan persaingan, bagaikan dunia mafia begitu aq mengistilahkannya. Kebenaran berlaku tak mennetu, situasi dan ‘mood’ pegang kendali.

Aq memilih kerjaan ups.. pekerjaan ini dengan penuh kesadaran, karna inilah dunia yang ku impikan sejak pertama aq masuk kampus. SMA tempat aq mengajar adalah SMA yang baru berumur 2 tahun menjadi SMA Negeri. Tapi… bagiku itu tak masalah, aq bisa seiring selangkah membangun SMA ini agar menjadi SMA yang siap menghadapai tantangan dimasa mendatang.

Tim pengajar bin pengelola sekolah di SMA aq hanya ada 13 orang guru, termasuk 1 orang kepala sekolah. PNS yang ada hanya 2 orang, CPNS 7 orang dan guru honor 4 orang. Untuk tahun pelajaran 2006 / 2007 siswanya berjumlah 170 siswa, kelas XII 60 siswa (IPA 28 siswa, IPS 32 siswa) , kelas XI 39 siswa (IPA 17 siswa, IPS 22 siswa) dan kelas X 69 siswa.

Tahun ajaran 2006 / 2007 SMA aq lulus 100 % siswa kelas XII nya. Meski tanpa laboratorium, tanpa perpustakaan, tanpa computer, pokoknya tanpa fasilitas penunjuang yang lengkap. Seharusnya aq bangga, yach aq seharusnya bangga, tapi… aq ga bisa bangga.

Pendidikan di dunia nyata begitu beda dengan slogan dan teori yang sering di ucapkan oleh petinggi pendidikan. Bagai buah simalakama itulah dunia pendidikan yang aq jalani. Berbuat begini salah, berbuat begitu salah, semua mesti sesuai dengan kepentingan petinggi pendidikan.

2 semester aq curahkan tenaga dan pikiran tuk membuat anak mengerti dengan pelajaran. 2 semester aq mendidiknya agar mengerti apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan. Pokoknya semua hal yang udah aq pelajari aq berikan ke anak didik aq. Tapi di akhir tahun semua itu sirna. Hasil kerja bukan penentu, tiada guna perjuangan jika petinggi berkata lain.

Simalakama, begitu pepatah orang

ada begitu banyak hal

ada begitu banyak aspek yang mesti dipertimbangan . Perasaan, bukan benda mati. Perasaan adalah sebuah rasa yang mempengaruhi jiwa, membuat hidup berdinamika. Ada sejuta pertimbangan untuk sampai pada titik akhir. Orang tua dengan sejuta harap menyekolahkan anaknya. Tapi terkadang anak tak menyadari betapa berarti dirinya untuk orang tuanya.

Kesempatan untuk merubah diri, kesempatan tuk melangkah menjadi lebih baik itulah yang terbaik yang bisa di berikan umar bakri agar sinar kebahagiaan dan kebanggaan di mata ortu terus bersinar. Pilihan ini sulit, tapi keputusan mesti di ambil dan di jalankan. Kata hati berkecamuk, berdebat moral, etika dan segalanya. Hidup tak sendirian, qta perlu peduli dengan lingkungan sekitar dan segala isinya.

Umar bakri adalah pekerjaan penuh dinamika, sarat problematika, menguras tenaga dan pikiran. Setahun aq menggeluti pekerjaan ini bermacam onak dan duri menghadang. Ada tekanan yang menghimpit menyesak dada. Ada tawa canda yang ceriakan hari. Aq pernah berada di satu titik asa yang yang tak kuyakini, aq menangis semalam, semalam dan semalam, aq merenung dan merenung. Aq tak kuat dengan tekanan kerja. Lingkungan kerja yang tak pasti, tak ku tau kemana angin berhembus. Setengah mati aq kompromikan diri tuk bisa ikuti ritme dan aturan kerja yang udah ada. Meski hati ini tak terima, tapi aq mesti paksakan diri dengan keadaan ini.

Guru adalah pekerjaan yang selalau dipandang hina oleh orang lain di luar linggungan guru. Mereka lupa tanpa guru ga akan mungkin mereka menjadi seperti sekarang ini. Aq bahagia tapi aq juga sedih dengan pekerjaan aq ini. Guru bukan robot, yang tanpa perasaan. Pergolakan batin selalu mewarnai perjalanan hidupku sebagai seorang penerus umar bakri. Aq berdiri di persimpangan jalan yang sulit, kemanapun melangkah resiko terburuk terus menghantui.

Satu hal yang pasti yang dapat aq maknai dari setahun masa tugas aq.

Guru juga manusia biasa, perasaan adakalanya di prioritaskan demi kemanusiaan. Hasil akhir bukan harga mati, perlu sebuah kebijaksanaan agar lentera di dalam keluarga tak padam. Satu yang selalu aq ingat “Jangan patahkan asa seseorang” karma itu sama halnya dengan membunuh satu generasi. Berikan kesempatan kedua untuk memperbaiki diri.

 


ngaNggur……

February 6, 2006

ada sejuta perasaan yang Lis rasain di hari ini…

ada sedih….

ada seneng…

dan sejuta rasa laennya…

mulai hari ini….

Lis ga lagi kerja di t4 yang lama

pimpinan udah ngasih penjelasan klo Lis ga akan bisa jadi pegawai tetap di t4 kerja Lis

itu berarti….

masa depan kerjaan Lis suram banget klo Lis tetep bertahan di t4 kerja yang sekarang

t4 kerja Lis ga lagi menjanjikan masa depan…

klo Lis tetep bertahan Lis ga akan dapat gaji layaknya pegawai

karna Lis bukan pegawai tetap

juga bukan pegawai honor

Lis masih kategori magang…

jadi SK rektor yang Lis harapin kemaren2 itu ga akan bakalan bisa di dapat

klo sabar nunggu mungkin bisa…

tapi….

Lis ga mungkin nungguin hal itu….

mungkin ini adalah pertanda klo Lis emang sebaeknya pulkam ajah…

ortu pengen Lis pulkam

dan kerjaan Lis yang selama ini Lis tekunin juga ga bisa lagi di harepin…

jadi…

satu2nya jalan yang Lis pilih

Lis akan pulkam

Lis akan mencoba cari kerjaan yang baru di kampung…

lusa …

Lis akan pulkam
untuk ngurus kerjaan di kampung

dan karna kebetulan ada penerimaan CPNS

sekalian ajah Lis ikutan….

sapa tau ajah keterima…

ortu kan pengen bgt tuch Lis jadi guru di kampung

andai kan ga di terimapun Lis akan tetep di kampung ajah

Lis akan jadi pengajar sukarela ajah…

yang penting Lis tetep deket ama keluarga

itu maunya ortu ….

jadi

mulai hari ini Lis ga lagi kerja…

Lis tetep ngantor

itu saran pimpinan

selama nunggu kepastian lolos tidaknya jadi CPNS

Lis di minta tetep ajah ke kantor….

balik dari kampung Lis akan tetep ke kantor lagi

lusa Lis akan pulkam

hari ini Lis ga kerja

Lis bersantai ajah.. (chat, ngejunk, ngunjungin blog, dll)


piNdah t4 kerja

January 30, 2006

Lis udah milih

untuk ninggalin kerjaan Lis yang lama di UPT. Puskom

Lis milih kerja di kampung aja ah…

ngikutin saran ortu

dan seteleh Lis pikir2 dengan lebih dalam

ternyata ga ada salahnya klo Lis ngikutin saran ortu…..

mungkin bulan depan Lis akan pindah kerja

Lis kan pulkam

dan

mencoba lagi kerjaan yang baru

Lis akan nerusin jadi “omar bakri” aja

itu pilihan yang terbaik tuk saat ini

yang nyenengin ortu karna Lis bisa tinggal bareng keluarga Lis

dan juga bisa ngebagi apa yang udah Lis tau saat di kampus biru…

yach…

untuk itu smeua Lis mesti ninggalin kerjaan Lis yang saat ini…

kerjaan ini ga bisa lagi Lis harapain

rasanya Lis ga lagi ada masa depan di sini..

meski masih sedikit ada rasa berat di hati..

Lis coba perlahan2 tuk mulai membiasakan diri klo Lis akan ninggalin kerjaan ini

dan Lis akan pergi ke kampung halaman Lis

satu bulan ke depan adalah masa2 perpisahan Lis dengan pekerjan Lis saat ini

satu bulan ke depan adalah ..

masa2 kebersamaan Lis terakhir kalinya dengan temen2 dunia kata….

bila Lis udah pulkam

Lis ga akan lagi bisa menyapa temen2 dunia kata yang Lis kenal

Lis udah memilih pindah kerja

jadi Lis mesti nyiapain diri dengan keadaan yang baru

bila ntar Lis mesti pindah kerja

Lis ga akan lupa klo Lis pernah memiliki temen2 kerja yang baek

Lis ga akan lupa klo Lis pernah memiliki temen2 dunia kata yang baek


hari2 terakhir

January 27, 2006

barusan Lis dapat kabar dari Ortu

Lis di minta pulkam aja dan ninggalin kerjaan yang sekarang Lis jalanin

Lis ga tau mesti gimana

Lis suka pekerjaan ini

Lis pengen terus tetep kerja di sini

tapi…

Lis juga sadar Lis mesti nurutin kata ortu

ga tau ah…

saat ini Lis lagi pusing…

klo Lis mesti pulkam

berati Lis mesti ninggalin kerjaan Lis

ya ALLAH….

moga aja Lis dapat melewati ini semua

Lis bisa tetep kerja di t4 ini & bermasa depan

Lis belum memberi jawaban ke ortu

apakah Lis siap pulkam atokah tetep bertahan dengan kerjaan ini dan menanggung semua resiko yang ada…

Lis masih bingung…. ..

*pusing bin bingung*


tak salahkah aq?

January 24, 2006

terlintas di benak Lis saat ini

apakah keputusan yang Lis ambil kemaren adalah sebuah keputusan yang salah?

apakah Lis udah salah melangkah?

udah berbulan2 Lis kerja di t4 Lis, tapi sampe detik ini belum ada kejelasan informasi akan adanya SK Rektor tentang status pegawai yang Lis jalani selama ini. Meski semua rekan kerja dan atasan di UPT. PUSKOM serta rekan kerja di Univ. Palangka raya udah mengetahui klo Lis ini staf di UPT. Puskom, tetep aja rasa ga terlindungin secara hukum tetep ada… rasanya ada yang masih belum lengkap tentang status kepegawaian Lis.

Lis ga tau sampai kapan Lis mesti nunggu untuk ngedapetin SK Rektor itu. Kata Pimpinan Lis kemaren (saat rapat akhir tahun) mungkin akhir bulan ini akan ada kejelasan tentang hal itu. t4 Lis kerja adalah sebuah Univ. Negeri terbesar di Kaliamantan Tengah, t4 di mana Lis nyelesein kuliah Lis. Lis udah bersabar tuk nungguin SK itu ada, tapi rasa ragu itu tetep aja membayangi langkah Lis. Lis ga sabar bgt nungguin kepastian tersebut. ada 2 rekan kerja Lis yang juga ngalamain hal yang sama seperti yang Lis alami ini.

Lis & 2 rekan Lis itu udah terlanjur menyukai pekerjaan ini dan udah cocok dengan semua rekan kerja di kantor. Yang bisa Lis & mereka lakuin saat ini hanya bersabar dan bersabar nunggu akhir bulan ini. bila ampe akhir bulan ga ada kejelasan, mungkin Lis perlu berfikir ulang lagi tentang pekerjaan ini. kesabaran kan ada batasnya….
Dulu…Lis memutuskan menerima pekerjaan ini karna Lis menyukai pekerjaan ini, tapi Lis ga pernah berfikir klo akan begini akhirnya. status pegawai Lis masih belum ada SK Rektornya. sedangkan klo mau tetep terus bekerja di t4 Lis kerja sekarang Lis mesti ngedapatein SK Rektor itu dulu baru ntar bisa melangkah ke arah yang selanjutnya, jadi PNS gitu. karna yang kerja di UPT. Puskom itu kan emang PNS semua. Ga bakalan dong selamanya Lis tetep menjadi pegawai “honda” (honor daerah).

klo ingat hal itu …

Lis jadi berfikir alamak…. kok jadi gini sich nasip kerjaan Lis, ga ada kejelasan gitu..

pengen sich Lis pindah cari kerjaan yang laen gitu…

tapi…..

itu ga mungkin, klo Lis pindah kan berarti Lis ga sabar & ga sanggup ngadepin konsekuensi dari pilihan yang dulu udah Lis ambil. aduh…. saat ini bener2 rada kacau dech pikiran Lis. Lis bingung dengan keadaan ini. satu-satunya hal yang membuat Lis masih bertahan di t4 kerjaan Lis adalah karna Lis menyukai pekerjaan Lis, Lis memiliki rekan2 kerja yang bener2 baek dan karna janji dari pimpinan Lis akhir bulan ini akan ada kejelan tentang hal tersebut.

Lis sering berkunjung ke blog2 temen dunia kata yang Lis kenal. bahagianya mereka yang udah memiliki pekerjaan yang udah tetap & bener2 mereka sukai. pekerjaan yang memberikan kebahagian baik secara materi dan inmateri. dulu Lis kerja karna dorongan rasa suka dengan pekerjaan yang Lis ambil. tapi saat ini Lis juga mulai berfikir…. Lis kerja bukan untuk diri sendiri Lis memiliki keluarga dan untuk mereka jugalah nantinya hasil yang akan Lis peroleh Lis serahkan. Lis memiliki tanggung jawab itu….

Bila Lis tetep bertahan dengan pekerjaan ini Lis mesti bersabar….. itu yang slalu Lis ingat dalam hati di setiap saat bila Lis udah mulai resah karna belum ada kepastian dari pimpinan.

Ya ALLAH….

berilah sejuta kekuatan & ketabahan buat Lis tuk hadapain semua ini….


mEndung di T4 kerja

December 19, 2005

Sabtu kemaren adalah hari paling tak “mengenakkan? slama Lis kerja di Puskom. Saat itu suasana kerja bener2 ga lagi seperti biasanya. Ada pertentangan diantara senior, ada perbedaan pendapat. Memang udah cukup lama mereka tak sejalan dalam kerjaan. Semua yang terlihat baek2 di permukaan sirnalah sudah. Slama ini Lis tak pernah berani komentar, Lis sadari pekerjaan ini masih Lis rintis, masih ada banyak hal yang mesti Lis pelajari dan perlu penyesuaian diri.

Rapat akhir pekan berjalan tanpa ada keceriaan, bilapun ada itu karna keterpaksaan. Lis dapat ngerasaain hal itu. “suasana makin panas? udah beberapa hari Lis liat dia ngerasa tertekan banget. Tapi saat itu Lis ga berani nanya, dia kan senior Lis ‘n’ rasanya ga pantes aja. Selepas makan siang akhirnya dia cerita dihadapan Lis ‘n’ 2 rekan kerja lainnya. Bahwa sepertinya dia udah ga tahan lagi kerja di Puskom klo orang itu (atasannya) masih di Puskom juga. Jadi kesimpulannya satu diantara mereka harus pergi. Kebetulan tahun depan akan ada mutasi, kesempatan itu dia akan mengajukan mutasi ke bagian laen.

Dalam satu minggu ini ada kegiatan di puskom yang menghadirkan pihak luar. Demi menjaga nama baek Puskom semua orang pasti akan bersikap seolah-olah semuanya baik-baik saja. Lis ga tau apakah seminggu kedepan semua akan baek2 saja? Lis ga yakin…

Lis mengenaknya sejak Lis masih mahasiswa dulu, Lis tau semua kesibukannya di kantor. Waktunya hampir semua di habiskan di kantor ngurusin Puskom. Terkadang bila kerjaan banyak dia lebih sering lembur sendirian dan menomorduakan keluarga (hanya saat2 tertentu saja, baginya keluarga tetep nomor satu). Itu semua demi puskom di mana dia kerja. Tapi…. sunguh kelewatan (atasannya) tak pernah menghargai semua kerja kerasnya. Di depan pimpinan Puskom dia selalu disalahkan. Kemaren adalah puncak semuanya, Lis ga tega ngeliatnya sedih, tertekan, marah, kesel …aduh… pokoknya kemaren itu dia tampak bener2 kacau. Itu bukan sosok yang Lis kenal selama ini. Tak ada keceriaan, yang ada hanya rasa kesal dan marah. Sepanjang hari kemaren Lis ngeliat dia berusaha keras agar tidak tampak terlihat kesal. Andai bisa Lis pengen membantunya, membuatnya agar bisa kembali seperti dulu.

Lis tau semua kerja kerasnya, semua pengorbanannya demi kemajuan Puskom. Dia juga yang menjamin Lis ‘n’ 3 rekan Lis yang masih magang. Dia yang meyakinkan pimpinanan baru bahwa Lis ‘n’ 3 rekan Lis udah lama di Puskom dan tak perlu di ragukan lagi kinerjanya. Meski Lis bukan ahli di bidang komputer paling tidak Lis tak pernah berhenti tuk mengenal lebih dalam dunia komputer. Itu juga hal yang Lis sampaikan saat wawancara langsung dengan pimpinan Puskom tempo hari. Karna Lis menyukai pekerjaan ini, Lis ninggalin profesi yang dari kecil Lis cita-citakan. Seharusnya Lis mengabdikan diri tuk menjadi guru kimia sesuai bidang yang Lis ambil saat di kampus biru.

“Bagi seorang perempuan menjadi guru adalah pekerjaan yang paling baek, kerjanya ga terlalu menyita waktu, paling hanya beberapa jam dalam setengah hari, murid libur Gurupun ikut libur, jadi bila udah bersuami & memiliki anak bisa memiliki waktu lebih banyak berkumpul dengan keluarga, kenaikan pangkat juga ga terlalu rumit, bisa amet muda tiap hari ketemu ‘abegeh’, slalu di panggil IBU GURU meski berapapun usianya? itu adalah nasehat dari seseorang yang Lis kenal dulu.

Entah mengapa akhir perjalanan membawa Lis tuk menuju langkah yang berbeda, Lis memilih kerja di Puskom, meski pekerjaan ini belum menjanjikan tapi Lis yakin Lis tak menyesali memilih pekerjaan ini. Lis udah mulai dan tak akan pernah berhenti sebelum bintang kesuksesan hinggap di hidup Lis.

Tak ada kata terlambat tuk belajar, karna dunia komputer bukan bidang yang Lis tekunin, makanya Lis mesti memulainya dari awal. Lis mesti belajar banyak hal lebih mendalam lagi. Karna Lis udah nentuin pilihan, bahwa pekerjaan ini yang akan Lis tekunin.

Tapi…. Dengan terjadinya kemelut di Puskom, Lis ga yakin lagi akankah mimpi Lis bisa terwujud, akankah Lis tetap kerja di Puskom. Lis ga tau lagi, jadi selama seminggu kedepan ini Lis ga tau lagi mesti gimana, rasanya ada yang hilang dari kehidupan kerja ini, satu kebersamaan dan keceriaan hilang entah kemana.

Lis ikut ngerasaain apa yang di rasaain oleh rekan kerja Lis itu. Udah lama…. Lis mengenalnya. Kemaren adalah hari terburuk yang Lis liat. Lis ga rela ngeliatnya berada dalam situasi seperti itu. Lebih ga rela lagi bila ntar dia mesti pindah ke tempat laen, moga aja yang pindah bukan dia.

Hari ini Lis masuk kerja dgn setengah hati, bila menuruti kata hati Lis pengen di rumah aja, duduk manis dan bercengkrama dengan keluarga. Tapi di sisi laen Lis ga boleh ninggalin kerjaan, Lis mesti tetep masuk kerja. Itu harus dan tak bisa di tawar. Pekerjaan ini masih perlu di perjuangkan, Lis perlu menggapai semua mimpi dan menjadikan diri Lis yakin bahwa Lis tak menyesal memilih pekerjaan ini. Meski jauh di lubuk hati Lis tetep nyimpen keinginan tuk jadi Guru SMU di kampung halaman.

Satu pinta Lis dalam do’a di hari ini, semoga Lis bisa melewati masa-masa sulit ini, semoga dia ga lagi sedih ‘n’ marah bin kesel seperti hari sabtu kemaren. Dan ternyata doa itu di dengar olehNya. Pagi ini dia udah rada ceria… meski belum kembali seperti sosok yang selama ini Lis kenal.