semua itu perlu

July 26, 2009

sebuah kesuksesan salah satunya berkat dari kerja keras dan disiplin.
disiplin itu perlu ketegasan dan dibumbui sikap keras. disiplin ga semua pihak memahaminya. menegakkan disiplin perlu ketabahan hati dan keuletan. meski terkadang harus menghadapi resiko ga di senangi. yang jelas semua disiplin dan sikap keras adalah untuk membentuk sikap dan perbuatan yang lebih baik dari sebelumnya.


Raport

December 18, 2008

Hal paling di nanti tiap akhir semester oleh tiap siswa/i adalah raport. Raport begitu arti coz di situ tertera smua nilai pelajaran slama 1 semester. Dulu saat lilis sekolah menanti raport di tangan adalah hal menegangkan. Berbalut kecemasan berdoa tiada putus semoga jerih payah belajar tak mengecewakan. Kini saat lilis jadi guru lilis tetep di liputi ketegangan dan kecemasan nasip anak murid, sebagai guru juga wali kelas lilis berharap nilai mata pelajaran smua anak didik baik. Rasa bangga menyelimuti hati jika melihat tak ada nilai merah di rapopt. Menulis rapopt adalah hal menyenangkan jika nilai anak baik, tapi jika jelek aduh…mesti memikirkan cara terbaik agar semester yang akan datang anak tsb bisa memperoleh nilai baik. Memikir teknik mengajar agar anak mengerti pelajaran. Tgl 20 adalah pembagian rapopt. Aduh… Lilis degdeg an jadi ga sabar pengen liat ekspres siswa/i saat terima rapopt. Tawa gembira mereka adalah bukti keberhasilan pengajaran tapi kegagalan mereka adalah pemacu agar pengajaran yang lilis berikan lebih baik lagi.


aq bukan prEmaN

December 12, 2008

Lilis ga se7 mendidik dan mengajar dengan kekerasan. Kekerasan ga akan menyelesaikan masalah, ga akan membuat pintar siswa. Meski lilis terkadang pernah juga “mencubit” siswa yang bandel, itupun cubitan sayang sekedar nempel aj ke kulit. Ga ampe menyakiti seperti kisah guru di gorontalo tsb. Menurut lilis terkadang emang perlu siswa di beri sanksi fisik tapi ga harus di tempeleng. Lilis sich biasanya menghukum dgn cara siswa di suruh menyapu lantai, memungut sampah, membersihkan wc, menyiram tanaman. disamping memberi sanksi juga ngajarin siswa ngelakukin pekerjaan sehari2. Kbetulan lilis ngajar anak SMA jadi dgn disentuh kulitnya ato di pegang telingannya dgn pelan mereka udah malu, coz klo sampe guru menyentuh kulit mereka itu artinya teguran paling keras. Ga perlu lah ampe di tempeleng sgala. Anak sma udah gede jadi mudah mendengarkan dan mengerti jika qta berbicara baik2. Mari qta jadi guru yang bener2 layak digugu dan ditiru.


Cahaya musibah..

December 4, 2008

3 hari yang lalu lilis dan dewan guru serta perwakilan siswa berkunjung ke t4 witanto, siswa yang tempo hari tangannya di amputasi. Sgala kekhawatiran lilis hilang sudah. Ternyata witanto tak secengeng bayangan lilis, dia tlah mampu melewati masa2 sulit kenyataan yang menimpanya. Senyum ceria tersungging di bibir menyambut kedatangan kami. Salut…kagum…tak menyangka witanto setegar itu menghadapi kenyataan tanggannya di amputasi. Semangatnya terpancar jelas, tekadnya untuk kembali ke sekolah dan menamatkan sma adalah hal yang luar biasa. Susah payah lilis tahan Air mata lilis agar ga jatuh di pipi. Lilis terharu bercampur bangga dan pilu menyaksikan ini smua. Witanto murid yang rajin dan baik ga pernah aneh2. Tapi kenapa mesti begini jalan hidupnya. Udah 2 hari ini witanto kembali sekolah alhamdulilah smua temannya memperlakukannya seperti dulu. Sehingga witanto pun serasa tak alami perubahan. Lilis berharap kelak cita2nya akan dapat diraihnya meski dgn satu tangan.


karEna hujaN…

October 16, 2008

Air…3 huruf dgn banyak makna. Air adalah penyelamat hidup, tanpa air makhluk hidup akan binasa. Air adalah sahabat tapi bisa pula jadi pembunuh. Sahabat yg setia bantu kelangsungan hidup manusia, pembunuh berdarah dingin coz klo banjir air mampu menewaskan manusia. Air mampu pula melanggengkan budaya “malas bin enggan” lho kok bisa? Air yang datang karena hujan membuat smua aktivitas rada terganggu, matahari enggan bersinar, jalan2 becek, cucian pakaian ga kering dll. Satu budaya yg ga layak ditiru tapi ga bisa juga disalahkan dan ini terjadi dalam lingkungan hidup lilis. Jika hujan turun otomatis kerja juga libur. Coz siswa yg datang hanya sdikit, bahkan bisa ga akan ada yang datang sama sekali. Gurupun juga ga akan datang. Itu karna jalan yang licin, rmh yang jauh dr skolah, transportasi anak2 yang ga ada. Dan alasan utamanya karna hujan, khwatir basah, malas keluar rmh dll. enakkan bobo di rmh ato mimik susu coklat di temani cemilan *pikir lilis* mungkin itu yg ada di benak mrka jg . Ga tau kapan mulainya tapi jika hujan datang dan deras pula maka otomatis libur kerja. Ga peduli bidang pendidikan, kantor lurah, pekerja perkebunan sawit, puskesmas. Bahkan kantor camat. *sepanjang pengamatan lilis* seperti hari ini hujan turun dari jam 05.10 an pagi dan sampe skr ga reda juga. Biasanya sich klo jam 8 an reda lilis tetep brangkat kerja meski dgn resiko ga ada siswa yg skolah ato ada tp sdikit dan rekan guru juga sdikit. Lilis sich bukannya malas kerja tapi gimana lagi, andai tetep nekad berangkat kerjapun akan sia2 nyampe t4 kerja juga ga bisa kerja. Biasanya klo guru + siswa yg hadir sdikit langsung dipulangkan kegiatan belajar mengajar ditiadakan coz ga efektif. Honda bebek “buntut” dan jas hujan lusuh teman setia yg nemani lilis kerja. Klo hujan turun tapi ga deras biasanya lilis pake baju biasa dan baru ganti baju kerja klo udah nyampe skolah coz pasti akan basah kuyup di jalan. Beruntung nining (guru honor skolah) adek lilis cukup lihai naik motor jadi jarang jatuh. Klo lilis ga trlalu ahli tapi bisa aja naik motor. Hujan…makin sring datang berarti makin sering juga lilis libur. Andai udah suami dan anak alangkah bahagianya bisa bercengkrama lebih sering dgn keluarga. Ga tau dech klo di t4 lain bila hujan datang apa mereka juga libur? *penasaran*


umar bakri negri ini…. seberapa peduli anda?

July 10, 2007

Umar bakri… ah aq teringat selalu lagu Iwan Fals itu, sore dan pagi tadi kembali aq menyaksikan para ‘umar bakri” dari Jatim yang ke Jakarta demi memperjuangkan anggaran pendidikan agar segera terrealisasi sebagai mana mestinya. Bukan hanya memperjuangkan kemajuan dunia pendidikan tapi juga memperjuangkan nasip guru. kesejahteraan bagi guru, itu yang di perjuangkan. Beberapa hari yang lalu, aq pun menyaksikan berita di TV yang membahas tentang guru yang udah 17 tahun menghonor tapi belum juga di angkat jadi pegawai negri. 17 tahun jadi guru dengan gaji yang kecil ( berapa nominalnya lilis lupa) yang pasti demi tetep menjaga kelangsungan hidup keluarga dan membiayai sekolah anaknya. Dia melakukan 3 pekerjaan sekaligus dalam  sehari, ya mengajar, ya membuka tambal ban dan menjadi tukang becak.

Air mata ini menetes… menetes… berderai tak tertahan nasip guru dari dulu hingga kini selalu aja di garis kemiskinan, jikapun ada yang hidup mapan itupun pasti hanya segelintir orang ajah. Di negri ini begitu banyak orang pinter…Di negri ini begitu banyak yang menduduki posisi penting di pemerintahan, tapi untuk membuat keputusan agar dunia pendidikan maju dan agar kesejahtraan guru meningkat. Mereka selalu aja memilik 1001 alasan. Entah sampai kapan mimpi hidup layak agar sebanding dengan profesi lainnya itu bisa terwujud.

Semua orang di negri ini yang kini telah hidup dengan nyaman dari segi ekonomi, mereka seolah tiada peduli dengan nasip orang yang dulu mengajarinya membaca, dengan orang yang dulu mengajarinya menulis dan berhitung, orang yang dulu mencurahkan semua daya & upaya agar sang anak menjadi pintar & mengerti. Mereka lupa…. Tanpa guru tak akan mungkin mereka menjadi seperti sekarang ini…

Aq sedih… aq selalu ingat berita2 di tv menjelang HARDIKNAS tahun ini, kemaren dulu itu. Begitu banyak tayangan berita di tv yang mengangkat kehidupan serba kekurangan dari guru. Guru selalu di tuntut untuk menjadi teladan, guru selalu di tuntut untuk menjalankan tugas dengan profesional. Meski keadaan ekonomi menghimpit jiwa para umar bakri terus berjuang mencerdaskan anak bangsa. Tapi…. Guru juga manusia biasa…guru bukan robot …. kehidupan  yang serba sulit di zaman yang seperti ini membuat beban hidup guru kian bertambah.

Ada banyak guru yang masih berstatus ‘Honda” honor daerah, honor sekolah, honor  yayasan, dan honor2 laennya. Ada yang sebulan hanya di gaji 200 ribu aja. Bayangkan dengan duit yang segitu banyaknya, dengan biaya hidup yang tinggi. Mau menjadi seperti apa guru? Guru mesti berjibaku dengan waktu… guru mesti memutar otak, memeras tenaga demi menyambung hidup….

Guru PNS yang notabene adalah pegawai negri hidupnya pun tak lantas bergelimang harta. Hidupnya pun mesti kencengin ikat pinggang, dengan gaji yang tak lebih banyak dari guru honor… merekapun mesti pinter2 membagi waktu & keuangan agar hidup ini bisa terus berlanjut. Gaji 1 bulan yang hanya beberapa ratus ribu itu tak tersisa sedikitpun… apa lagi yang mesti di tabung… biaya hidup makin lama makin tinggi, keperluan sosial di lingkungan tempat tinggal ga mungkin di cuek bebekin. Qta mesti peduli dengan lingkungan.

Karna umar bakri adalah pangilan hati.. karna umar bakri adalah pilihan profesi, karma umar bakri adalah kehidupan yang sudah di jalani, maka umar bakri terus membaktikan diri demi mencerdaskan anak negri. Tak peduli bagaimanapun keadaannya umar bakri di negri ini terus berupaya maksimal untuk yang terbaik bagi anak didiknya.

Terkadang aq merasa iri…. Dan teriak dalam hati…

Aq iri kenapa dirut bin pimpinan BUMN gajinnys berkali2 lipat gaji presiden

Tapi ribuan guru di negri ini hidup dalam garis kemiskinan

Kenapa sistem pemberian gaji di negri ini begitu tak adilnya?

Di satu sisi orang hidup bergelimang harta

Di sisi lain orang hidup sengsara

Kenapa negri ini tak peduli nasip umar bakri

Kenapa orang2 dunia nyata & dunia kata jarang yang peduli dengan umar bakri?

Begitu ada artis yang cerai ato apapun tentang artis maka rame2 semua orang baik dunia kata ato pun dunia nyata menyebar luaskan

Begitu ada politikus terlibat skandal …

Begitu ada info IT tercangih ato apapun itu semua orang teriak bersama membahas dengan semangat 45

Tapi…

Begitu ada guru yang berdemo menuntut kesejahteraan

Begitu ada yang guru yang merangkap jadi tukang becak

Begitu ada guru yang gajinya hanya 200 ribu perbulan

Begitu ada guru yang ngontrak di rumah kecil yang ga layak huni

Semua diam…

Semua seolah ga mendegar

Berita di tv di anggap angin lalu “toh itu bukan aq yang ngalamin” mungkin hal tersebut yang hinggap di benaknya

Semua tutup mata & telinga

Hanya segelintir yang peduli

Hanya segelintir yang bicara

Hanya segelintir yang bertindak

Ah

Mungkin mimpi ini terlalu muluk

Mimpi melihat guru di negri ini hidup sejajar dengan profesi lainnya

Mimpi melihat guru di negri ini hidup tanpa mesti menjadi tukang becak & tukang tambal ban

Mimpi melihat guru di negri ini hidup dengan senyum ceria tanpa beban ekonomi

Kamukah itu yang peduli nasip guru?

Kamukah itu yang peduli dunia pendidikan negri ini?

Kamukan itu yang menjadi pendukung sejati umar bakri?

Kamukah itu yang selalu ingat jasa umar bakri?

 

 

 


istri cEmburu celakalah aq

July 4, 2007

Apa yang menurut qta biasa-biasa aja, belum tentu sama artinya di mata orang lain. Hubungan sosial dilingkungan kerja dan masyarakat pada umunya begitu kompleks. Aq ga abis mengerti mengapa begitu membabi butanya pandangan perempuan terhadap rekan kerja suaminya. Tanpa mencerna lebih mendalam akan makna sebuah ikatan kerja, akan makna sebuah hubungan social di lingkungan kerja.

Aq tahu cemburu itu normal, tapi ga bakalan menyangka jika aq mesti kena damprat gara-gara hubungan kerja dengan suami orang. Aq dan beberapa temen aq biasa memanggil si A dengan sebutan abang. Hal inilah yang menjadi sumber masalah. Kejadian ini udah lewat beberapa bulan. Tapi aq ga bisa ngelupainnya. Gara-gara sebuah sms aq kena marah, aq kena damprat, aq kena peringatan. Kesalahan terbesar aq, aq lupa klo istri si A ini pencemburu berat, aq ga tau klo aq mesti memakai bahasa resmi jika berkomunikasi dengan si A.

Gara-gara memanggil “abang”, sumpah serapah di alamatkan padaku, meski lewat sms. Tapi rasanya ga akan terlupa. Rasa sakit di tuduh yang tidak2, rasa kesel bin benci. Rasa menyesel aq, andai bisa aq ulang ga bakalan dech aq mengirim sms itu. Aq hanya menanyakan info sekolah, eh berbuah dampratan dari istrinya. Istrinya cemburu baget ‘n’ nanya-nanya mulu siapa aq sebenernya, padahal udah aq jelasin aq hanya temen kerja suaminya ga lebih. Eh dianya tetep aja ga percaya. Dia nelpon aq, aq angkat tapi dia ga mau bicara dia biarain aq cuap-cuap, istri si A hanya diam aja. Eh setelah nelpon dia damprat aq abis-abisan lewat sms.

Aq ga boleh lagi sms an dengan suaminya, aq ga boleh lagi berkomunikasi dengan suaminya. “Jangan Ganggu Suamiku” itu kata2 kasar di antara beberapa kata lainnya. Emang aq sebegitu jahatnya di mata dia, aq ga melakukan hal yang teramat fatal menurut aq tapi penerimaan istri si A sungguh di luar dugaan.

Si A udah aq kenal sejak aq kuliah, kenal karna satu daerah. Ga ada pikiran aneh-aneh terhadapnya. Pelajaran berharga dari kejadian ini, apapun kondisinya lebih baik sesedikit mungkin dech berbuat hal-hal yang kira-kira bisa bikin istri orang cemburu. Aq ga mau didamprat lagi hanya karna kesalahan berkomunikasi.

Apa yang terlihat didepan mata, itulah yang pertama menggugah emosi, apa yang nampak sekilas itulah yang memancing emosi. Aq ga terlalu ngerti seberapa dalam ketakutan seorang istri akan kehilangan orang yang di cintainya. Aq tahu cinta bisa membutakan segalanya. Hubungan suami istri adalah hubungan yang kompleks, yang qta ga akan tau apa yang terkandung di dalamnya.

Wanita adalah sosok penuh misteri, begitupun lelaki menyimpan rahasia tersendiri. Tapi… apa iya rasa cemburu dan ketakutan akan kehilangan pasangan, membuat logika tak jalan?. Jawaban pastinya tiap individu ga akan mungkin sama.Entah jalan mana yang terbaik yang mesti di tempuh agar ini ga akan terulang lagi. Semua hal yang dapat menimbulkan kesalah pahaman udah seminimal mungkin aq hindari. Kosa kata berbicara, aq jaga agar tetep pada relnya dan sesuai dengan situasi.

Karma kejadian itu aq paling “sensi” dech klo bercanda & berkomunikasi ama orang yang udah beristri, aq paling menjaga agar ga kelewatan berbicara,. Maksud qta bercanda tapi ada kalanya orang mengartikan lain. Jika udah terlanjur terjadi bercanda kelewatan dan minta maaf udah di lakuin, yach… akhirnya pasrah aja dech orang mau bilang apa. Yang penting aq tulus berbicara bin bercanda dan ga ada tujuan di baliknya.

Satu harap aq moga aja lingkungan kerja aq bisa kembali kondusif dan permasalahan keluarga ga menggangu kinerja aq. aq ingin dunia kata & dunia nyata ga membuat aq tertekan karna kesalahan berkomunikasi.  :)


guru juga maNusia…

July 3, 2007

Setahun.. yach …. Genaplah sudah setahun aq tekunin kerjaan baruku sebagai seorang umar bakri. Aq “baru” dalam dunia pendidikan ini, aq masih hijau dalam bidang ini. Otak aq masih mengingat dengan baiknya segala teori di kampus biru. Tapi… teori tetaplah teori, kenyataan berbicara lain. Betapapun aq berusaha dengan sekuat tenaga membaktikan diri tuk membuat semua menjadi lebih baik. Tapi pikiranku tak sejalan dengan kenyataan yang ada.

Setahun aq mengajar, setahun aq mendidik, setahun aq mempraktekkan semua teori yang selama ini aq peroleh. Teori ilmu ‘pendidikan’ tinggallah teori. Interaksi di lingkungan kerja begitu jauh dari harap indahku. Dunia pendidikan tak lepas dari intrik dan persaingan, bagaikan dunia mafia begitu aq mengistilahkannya. Kebenaran berlaku tak mennetu, situasi dan ‘mood’ pegang kendali.

Aq memilih kerjaan ups.. pekerjaan ini dengan penuh kesadaran, karna inilah dunia yang ku impikan sejak pertama aq masuk kampus. SMA tempat aq mengajar adalah SMA yang baru berumur 2 tahun menjadi SMA Negeri. Tapi… bagiku itu tak masalah, aq bisa seiring selangkah membangun SMA ini agar menjadi SMA yang siap menghadapai tantangan dimasa mendatang.

Tim pengajar bin pengelola sekolah di SMA aq hanya ada 13 orang guru, termasuk 1 orang kepala sekolah. PNS yang ada hanya 2 orang, CPNS 7 orang dan guru honor 4 orang. Untuk tahun pelajaran 2006 / 2007 siswanya berjumlah 170 siswa, kelas XII 60 siswa (IPA 28 siswa, IPS 32 siswa) , kelas XI 39 siswa (IPA 17 siswa, IPS 22 siswa) dan kelas X 69 siswa.

Tahun ajaran 2006 / 2007 SMA aq lulus 100 % siswa kelas XII nya. Meski tanpa laboratorium, tanpa perpustakaan, tanpa computer, pokoknya tanpa fasilitas penunjuang yang lengkap. Seharusnya aq bangga, yach aq seharusnya bangga, tapi… aq ga bisa bangga.

Pendidikan di dunia nyata begitu beda dengan slogan dan teori yang sering di ucapkan oleh petinggi pendidikan. Bagai buah simalakama itulah dunia pendidikan yang aq jalani. Berbuat begini salah, berbuat begitu salah, semua mesti sesuai dengan kepentingan petinggi pendidikan.

2 semester aq curahkan tenaga dan pikiran tuk membuat anak mengerti dengan pelajaran. 2 semester aq mendidiknya agar mengerti apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan. Pokoknya semua hal yang udah aq pelajari aq berikan ke anak didik aq. Tapi di akhir tahun semua itu sirna. Hasil kerja bukan penentu, tiada guna perjuangan jika petinggi berkata lain.

Simalakama, begitu pepatah orang

ada begitu banyak hal

ada begitu banyak aspek yang mesti dipertimbangan . Perasaan, bukan benda mati. Perasaan adalah sebuah rasa yang mempengaruhi jiwa, membuat hidup berdinamika. Ada sejuta pertimbangan untuk sampai pada titik akhir. Orang tua dengan sejuta harap menyekolahkan anaknya. Tapi terkadang anak tak menyadari betapa berarti dirinya untuk orang tuanya.

Kesempatan untuk merubah diri, kesempatan tuk melangkah menjadi lebih baik itulah yang terbaik yang bisa di berikan umar bakri agar sinar kebahagiaan dan kebanggaan di mata ortu terus bersinar. Pilihan ini sulit, tapi keputusan mesti di ambil dan di jalankan. Kata hati berkecamuk, berdebat moral, etika dan segalanya. Hidup tak sendirian, qta perlu peduli dengan lingkungan sekitar dan segala isinya.

Umar bakri adalah pekerjaan penuh dinamika, sarat problematika, menguras tenaga dan pikiran. Setahun aq menggeluti pekerjaan ini bermacam onak dan duri menghadang. Ada tekanan yang menghimpit menyesak dada. Ada tawa canda yang ceriakan hari. Aq pernah berada di satu titik asa yang yang tak kuyakini, aq menangis semalam, semalam dan semalam, aq merenung dan merenung. Aq tak kuat dengan tekanan kerja. Lingkungan kerja yang tak pasti, tak ku tau kemana angin berhembus. Setengah mati aq kompromikan diri tuk bisa ikuti ritme dan aturan kerja yang udah ada. Meski hati ini tak terima, tapi aq mesti paksakan diri dengan keadaan ini.

Guru adalah pekerjaan yang selalau dipandang hina oleh orang lain di luar linggungan guru. Mereka lupa tanpa guru ga akan mungkin mereka menjadi seperti sekarang ini. Aq bahagia tapi aq juga sedih dengan pekerjaan aq ini. Guru bukan robot, yang tanpa perasaan. Pergolakan batin selalu mewarnai perjalanan hidupku sebagai seorang penerus umar bakri. Aq berdiri di persimpangan jalan yang sulit, kemanapun melangkah resiko terburuk terus menghantui.

Satu hal yang pasti yang dapat aq maknai dari setahun masa tugas aq.

Guru juga manusia biasa, perasaan adakalanya di prioritaskan demi kemanusiaan. Hasil akhir bukan harga mati, perlu sebuah kebijaksanaan agar lentera di dalam keluarga tak padam. Satu yang selalu aq ingat “Jangan patahkan asa seseorang” karma itu sama halnya dengan membunuh satu generasi. Berikan kesempatan kedua untuk memperbaiki diri.

 


ngaNggur……

February 6, 2006

ada sejuta perasaan yang Lis rasain di hari ini…

ada sedih….

ada seneng…

dan sejuta rasa laennya…

mulai hari ini….

Lis ga lagi kerja di t4 yang lama

pimpinan udah ngasih penjelasan klo Lis ga akan bisa jadi pegawai tetap di t4 kerja Lis

itu berarti….

masa depan kerjaan Lis suram banget klo Lis tetep bertahan di t4 kerja yang sekarang

t4 kerja Lis ga lagi menjanjikan masa depan…

klo Lis tetep bertahan Lis ga akan dapat gaji layaknya pegawai

karna Lis bukan pegawai tetap

juga bukan pegawai honor

Lis masih kategori magang…

jadi SK rektor yang Lis harapin kemaren2 itu ga akan bakalan bisa di dapat

klo sabar nunggu mungkin bisa…

tapi….

Lis ga mungkin nungguin hal itu….

mungkin ini adalah pertanda klo Lis emang sebaeknya pulkam ajah…

ortu pengen Lis pulkam

dan kerjaan Lis yang selama ini Lis tekunin juga ga bisa lagi di harepin…

jadi…

satu2nya jalan yang Lis pilih

Lis akan pulkam

Lis akan mencoba cari kerjaan yang baru di kampung…

lusa …

Lis akan pulkam
untuk ngurus kerjaan di kampung

dan karna kebetulan ada penerimaan CPNS

sekalian ajah Lis ikutan….

sapa tau ajah keterima…

ortu kan pengen bgt tuch Lis jadi guru di kampung

andai kan ga di terimapun Lis akan tetep di kampung ajah

Lis akan jadi pengajar sukarela ajah…

yang penting Lis tetep deket ama keluarga

itu maunya ortu ….

jadi

mulai hari ini Lis ga lagi kerja…

Lis tetep ngantor

itu saran pimpinan

selama nunggu kepastian lolos tidaknya jadi CPNS

Lis di minta tetep ajah ke kantor….

balik dari kampung Lis akan tetep ke kantor lagi

lusa Lis akan pulkam

hari ini Lis ga kerja

Lis bersantai ajah.. (chat, ngejunk, ngunjungin blog, dll)


piNdah t4 kerja

January 30, 2006

Lis udah milih

untuk ninggalin kerjaan Lis yang lama di UPT. Puskom

Lis milih kerja di kampung aja ah…

ngikutin saran ortu

dan seteleh Lis pikir2 dengan lebih dalam

ternyata ga ada salahnya klo Lis ngikutin saran ortu…..

mungkin bulan depan Lis akan pindah kerja

Lis kan pulkam

dan

mencoba lagi kerjaan yang baru

Lis akan nerusin jadi “omar bakri” aja

itu pilihan yang terbaik tuk saat ini

yang nyenengin ortu karna Lis bisa tinggal bareng keluarga Lis

dan juga bisa ngebagi apa yang udah Lis tau saat di kampus biru…

yach…

untuk itu smeua Lis mesti ninggalin kerjaan Lis yang saat ini…

kerjaan ini ga bisa lagi Lis harapain

rasanya Lis ga lagi ada masa depan di sini..

meski masih sedikit ada rasa berat di hati..

Lis coba perlahan2 tuk mulai membiasakan diri klo Lis akan ninggalin kerjaan ini

dan Lis akan pergi ke kampung halaman Lis

satu bulan ke depan adalah masa2 perpisahan Lis dengan pekerjan Lis saat ini

satu bulan ke depan adalah ..

masa2 kebersamaan Lis terakhir kalinya dengan temen2 dunia kata….

bila Lis udah pulkam

Lis ga akan lagi bisa menyapa temen2 dunia kata yang Lis kenal

Lis udah memilih pindah kerja

jadi Lis mesti nyiapain diri dengan keadaan yang baru

bila ntar Lis mesti pindah kerja

Lis ga akan lupa klo Lis pernah memiliki temen2 kerja yang baek

Lis ga akan lupa klo Lis pernah memiliki temen2 dunia kata yang baek