katamu katanya kataku
July 12, 2007katamu bEgini
katanya begitu
kataku iNi & itu sama aja
ini ga beDa dgn yang itu
kamu & diA sudah bicara
biarkan waktu yang membuktikan kata
mimpi ini akan temukan arahnya
katamu bEgini
katanya begitu
kataku iNi & itu sama aja
ini ga beDa dgn yang itu
kamu & diA sudah bicara
biarkan waktu yang membuktikan kata
mimpi ini akan temukan arahnya
saat lilis nulis betapa pengennya lilis mendapatkan foto & tanda tangan enda
berbagai respon lilis terima
ada yang mendukung
ada yang suka rela ngebuat banner ( klo lilis ga salah ucap) dukungan tuk lilis
ada yang dengan sadar memasang baner tersebut di blog mereka masing2
mereka adalah si saylow, lutpi & didats yang lilis tau dengan pasti
lilis ingat si didat pake s yang ngebuat itu banner
hari ini aq temukan treet di kampung
yang yang di buat Ananda judulnya Donasi untuk “Wujudkan Mimpi Lilis”
lilis ga tau mesti bilang apa
lilis hanya bisa
dan ngreply jika ada yang nulis klo mimpi lilis itu rada gimana gitu
apapun maksud penulisan treet itu
lilis senang banget
selama ini warga kampung gajah perhatian dengan lilis
mereka mendukung lilis tuk dapatkan foto & tanda tangan enda
terima kasih warga kampung gadjah
terima kasih karna kalian begitu baik dengan lilis
terima kasih ….
*tulus*
lilis ga sabar pengen banget mewujudkan mimpi ketemu idola lilis
![]()
Umar bakri… ah aq teringat selalu lagu Iwan Fals itu, sore dan pagi tadi kembali aq menyaksikan para ‘umar bakri” dari Jatim yang ke Jakarta demi memperjuangkan anggaran pendidikan agar segera terrealisasi sebagai mana mestinya. Bukan hanya memperjuangkan kemajuan dunia pendidikan tapi juga memperjuangkan nasip guru. kesejahteraan bagi guru, itu yang di perjuangkan. Beberapa hari yang lalu, aq pun menyaksikan berita di TV yang membahas tentang guru yang udah 17 tahun menghonor tapi belum juga di angkat jadi pegawai negri. 17 tahun jadi guru dengan gaji yang kecil ( berapa nominalnya lilis lupa) yang pasti demi tetep menjaga kelangsungan hidup keluarga dan membiayai sekolah anaknya. Dia melakukan 3 pekerjaan sekaligus dalam sehari, ya mengajar, ya membuka tambal ban dan menjadi tukang becak.
Air mata ini menetes… menetes… berderai tak tertahan nasip guru dari dulu hingga kini selalu aja di garis kemiskinan, jikapun ada yang hidup mapan itupun pasti hanya segelintir orang ajah. Di negri ini begitu banyak orang pinter…Di negri ini begitu banyak yang menduduki posisi penting di pemerintahan, tapi untuk membuat keputusan agar dunia pendidikan maju dan agar kesejahtraan guru meningkat. Mereka selalu aja memilik 1001 alasan. Entah sampai kapan mimpi hidup layak agar sebanding dengan profesi lainnya itu bisa terwujud.
Semua orang di negri ini yang kini telah hidup dengan nyaman dari segi ekonomi, mereka seolah tiada peduli dengan nasip orang yang dulu mengajarinya membaca, dengan orang yang dulu mengajarinya menulis dan berhitung, orang yang dulu mencurahkan semua daya & upaya agar sang anak menjadi pintar & mengerti. Mereka lupa…. Tanpa guru tak akan mungkin mereka menjadi seperti sekarang ini…
Aq sedih… aq selalu ingat berita2 di tv menjelang HARDIKNAS tahun ini, kemaren dulu itu. Begitu banyak tayangan berita di tv yang mengangkat kehidupan serba kekurangan dari guru. Guru selalu di tuntut untuk menjadi teladan, guru selalu di tuntut untuk menjalankan tugas dengan profesional. Meski keadaan ekonomi menghimpit jiwa para umar bakri terus berjuang mencerdaskan anak bangsa. Tapi…. Guru juga manusia biasa…guru bukan robot …. kehidupan yang serba sulit di zaman yang seperti ini membuat beban hidup guru kian bertambah.
Ada banyak guru yang masih berstatus ‘Honda” honor daerah, honor sekolah, honor yayasan, dan honor2 laennya. Ada yang sebulan hanya di gaji 200 ribu aja. Bayangkan dengan duit yang segitu banyaknya, dengan biaya hidup yang tinggi. Mau menjadi seperti apa guru? Guru mesti berjibaku dengan waktu… guru mesti memutar otak, memeras tenaga demi menyambung hidup….
Guru PNS yang notabene adalah pegawai negri hidupnya pun tak lantas bergelimang harta. Hidupnya pun mesti kencengin ikat pinggang, dengan gaji yang tak lebih banyak dari guru honor… merekapun mesti pinter2 membagi waktu & keuangan agar hidup ini bisa terus berlanjut. Gaji 1 bulan yang hanya beberapa ratus ribu itu tak tersisa sedikitpun… apa lagi yang mesti di tabung… biaya hidup makin lama makin tinggi, keperluan sosial di lingkungan tempat tinggal ga mungkin di cuek bebekin. Qta mesti peduli dengan lingkungan.
Karna umar bakri adalah pangilan hati.. karna umar bakri adalah pilihan profesi, karma umar bakri adalah kehidupan yang sudah di jalani, maka umar bakri terus membaktikan diri demi mencerdaskan anak negri. Tak peduli bagaimanapun keadaannya umar bakri di negri ini terus berupaya maksimal untuk yang terbaik bagi anak didiknya.
Terkadang aq merasa iri…. Dan teriak dalam hati…
Aq iri kenapa dirut bin pimpinan BUMN gajinnys berkali2 lipat gaji presiden
Tapi ribuan guru di negri ini hidup dalam garis kemiskinan
Kenapa sistem pemberian gaji di negri ini begitu tak adilnya?
Di satu sisi orang hidup bergelimang harta
Di sisi lain orang hidup sengsara
Kenapa negri ini tak peduli nasip umar bakri
Kenapa orang2 dunia nyata & dunia kata jarang yang peduli dengan umar bakri?
Begitu ada artis yang cerai ato apapun tentang artis maka rame2 semua orang baik dunia kata ato pun dunia nyata menyebar luaskan
Begitu ada politikus terlibat skandal …
Begitu ada info IT tercangih ato apapun itu semua orang teriak bersama membahas dengan semangat 45
Tapi…
Begitu ada guru yang berdemo menuntut kesejahteraan
Begitu ada yang guru yang merangkap jadi tukang becak
Begitu ada guru yang gajinya hanya 200 ribu perbulan
Begitu ada guru yang ngontrak di rumah kecil yang ga layak huni
Semua diam…
Semua seolah ga mendegar
Berita di tv di anggap angin lalu “toh itu bukan aq yang ngalamin” mungkin hal tersebut yang hinggap di benaknya
Semua tutup mata & telinga
Hanya segelintir yang peduli
Hanya segelintir yang bicara
Hanya segelintir yang bertindak
Ah
Mungkin mimpi ini terlalu muluk
Mimpi melihat guru di negri ini hidup sejajar dengan profesi lainnya
Mimpi melihat guru di negri ini hidup tanpa mesti menjadi tukang becak & tukang tambal ban
Mimpi melihat guru di negri ini hidup dengan senyum ceria tanpa beban ekonomi
Kamukah itu yang peduli nasip guru?
Kamukah itu yang peduli dunia pendidikan negri ini?
Kamukan itu yang menjadi pendukung sejati umar bakri?
Kamukah itu yang selalu ingat jasa umar bakri?
ini hal yang seharusnya mudah
dan ga bikin susah
tapi kenapa sampai detik ini
lilis ga berani juga ngomong
enda … boleh tidak lilis minta foto & tanda tangan asli dari enda
hanya ngomong gitu ajah
sampai sekarang lilis ga juga berani
edan deh bener2 edan
hal yang mudah begitu ajah kok jadi sulit…
harusnya kan lilis bisa langsung ngomong ke idola lilis
lewat YM ato email ato di kampung kan bisa ajah
tapi itu dia lilis masih ga berani
mo ngomong satu deret kata itu ajah sulit bgt
tapi hari ini lilis kan nanya langsung deh
coz lilis kan mo pulkam
jadi sebelum pulkam paling tidak lilis bisa tau mimpi lilis dapat foto & tanda tangan enda bisa jadi kenyataan gitu…
pokoknya lilis mesti semangat …..
temen2 kan udah ada yang mendukung
masa sih lilis ga berani juga
hari ini lilis mesti bicara …
demi foto & tanda tangan idola lilis
![]()
dari malam minggu kemaren
ini aq punya badan dah ngerasa ga nyaman
sore sabtu
aq dah ngerasa ga enak badan
badan terasa panas bin demam
mata berkunang2 ga tau deh gejala apaan
aq cuek bebek
ntar juga sembuh sendiri itu pikirku
abis mandi sore, aq terus ajah berbaring sambil nonton Tv
mencoba untuk pejamkan ini mata
tapi ga bisa juga
kepala jadi makin pusing
pengen deh rasanya aq minum ajah obat ditur biar aq bisa cepet bobo
di tengah rasa yang ga kauran ini
tiba ada sms masuk
” mbak.. lagi dimana, kok lama bgt sih liburan di palangka? aq lagi di sampit nih, senin ntar aq ikut tes guru bantu, qta chat mbak yuk… “
aduh… mesti jawab apa nih..
mau lilis tolak , rasa ga enak coz dah lama ga cerita2 bareng
ini kan kesempatan langka bisa chat baraeng ama adik tingkat
lagian kasian dech klo di tolak
senin kan dia tes… paling tidak memberi semangat gitu agar dia senang bin semangat
meski dengan kondisi badan yang rada ga ok
aq paksain diri tuk melangkah ke warnet malam2
dia kan hanya minta 1 jam ajah
santo aq biasa nyebut namanya, ini orang adik tingkat aq waktu kuliah
meski beda 3 tahun umurnya ama aq tapi aq & dia biasa curhat tentaang apapun
perbedaan usia , perbedaan tempat tinggal ga menghalangi tali silaturahmi kami
meski ga bisa tiap hari sms/telpon yang pasti tali komunikasi antara qta tetep ajah terjalin
aq nganggep dia seperti adek aq sendiri
makanya permintaan dia aq agar bisa chat malam itu ga bisa aq tolak..
tau ga…
pulang dari chat aq menggigil tapi juga kepanasan ga tau deh ini sakit apa
aq ga mau ke dokter…. meski adek aq maksain
aq bilang ajah ntr juga baik sendiri tenang ajah
semalaman aq ga bisa bobo
nahan sakit yang luar biasa
aq hanya minum ‘parasetamol’ penurun panas
syukurlah tengah malam rada mendingan ga panas2 bener’
jadi gara2 sakit mendadak itu
praktis hari minggu aq habisakn di tempat tidur ajah
aq ga bisa beraktifitas
rencana jalan2 keliling kota palangka pun aq batalkan
sore hari tiba2 satu penyakit datang lagi….
aq kena diare… tak terhitung dech berapa kali aq mesti ke “belakang”
meski udah begitu aq tetep ajah ga mau ke dokter
aq ga mau….
aq takut jarum suntik…. aq takut di suntik
ga tau kenapa saat udah dewasa seperti ini aq malah takut banget ama jarum suntik
pagi ini…. karna diare aq ga kunjung sembuh
akhirnya dengan keberanian yang tersisa
aq langkahkan kaki tu berobat
pertanyaan pertama yang aq ajukan adalah
“dok ga di suntik kan don? bisa kan minum obat ajah?’
alhamdulilah setelah di diagnosa
aq ga di suntik , aq hanya di beri obat2 ajah tuk aq minum
alhamdulilah kataku …. aq ga di suntik
gara2 sakit ini aq mesti beristirahat beberapa saat
aq ga jadi pulkam tagal 11 ini
pulkam terpaksa aq undur dulu paling lambat tanggal 14 aq dah di rumah
coz tanggal 16 aq mesti ngajar
aq jadi malu sendiri
padahal klo di depan anak2 yang lagi sakit
aq selalu bilang di suntik itu ga sakit kok
kamu mau sembuh ato tidak?
klo mau sembuh yach jangan takut dong ama jarum suntik…
yach di depan anak2 aq ga boleh terlihat takut ama jarum suntik
aq mesti menjadi seseorang yang mendekati sempurna
padamu Tuhan aq bermohon
padamu Tuhan aq berdoa
semoga penyakit ini cepat berlalu dari hidup lilis
mohon saran
apa yang sebaiknya di lakukan jika lilis ketemu idola lilis enda sikumis bawah
yang pasti minta tanda tangan & foto secara langsung itu jika bener2 ketemu enda
dan karena sekarang hanya bisa liat2 ajah di dunia kata
alias ketemu di dunia kata
ups… ga bertegur sapa sich coz lilis kan takut bgt gitu…
takut salah ngomong
lilis ini kan ga pinter
jadi daripada salah ngomong mendingan lilis
ajah
trus ngumpulin keberanian dech agar ga takut lagi
lilis punya impian jika ketemu enda lilis akan melakukan 10 hal
yang paling lilis inginkan sich yach tanda tangan & foto enda itu…
yang laennya masih difikirkan
yang jelas kan hal-hal yang beretika gitu…
jadi sekali lagi tolong dong… beri saran bin masukan ke lilis…
ntr lilis buatin susu coklat spesial dech untuk yang bantuin lilis
![]()
ini hari ke 5 lilis bicara di dunia kata
lilis begitu ingin memiliki foto & tanda tangan enda asli
berbagai komentar
berbagai saran bin sedikit celaan dah di ucapin oleh beberapa temen2 dunia kata
tapi…
saran dari bunda agar lilis meminta langsung ke enda
lilis ga berani
sumpah dech lilis ga berani
sampai kapanpun tetep aja ga berani
lilis heran juga dengan diri lilis
masa sich ngomong ke enda aja ga berani
tapi..
ya itu dia lilis ga berani
padahal sich klo di liat sikumis bawah itu ga seserem hantu jeruk purut
tapi ga tau kenapa pokoknya lilis ga berani bunda… jika di suruh minta langsung foto & tanda tangan enda…
sejak chat terakhir ama bunda lilis dah pengen coba nanya ke enda
lilis dah siapin kata2 yang rada pas bin resmi gitu
tapi hasil akhirnya lilis jadi bingung semua kata yang lilis buat kok rasanya ga pas gitu
intinya gini nih ” enda, lilis ini ngefans banget dengan enda, dari dulu hinggi kini, boleh ya lilis minta foto & tanda tangan asli dari enda, lilis tunggu lho foto bertanda tangannya?”
tapi kembang pembuka bin penutup kata itu lho lilis ga tau. ntar klo nanya gitu di bilang ga sopan lagi..
di bilang kampungan lagi…
di bilang bego lagi…
bisa2 tanda tangan & foto enda malah ga dapat..
sampai hari ini sejak lilis nulis di blog & bikin treet tentang keinginan lilis itu
jujur lilis masih belum yakin dech
apa enda itu bener2 mau di mintai foto & tanda tangannya
apa enda itu mau meluangkan waktu untuk tanda tangan gitu..
abis sepertinya enda alergi banget dech dengan lilis
dengan semangat susu coklat lilis akan terus berjuang dech….
untuk ngedapetin foto & tanda tangan enda
meski ada yang komentar ” ada-ada ajah” lilis ga peduli dech
ngefans dengan enda kan ga dosa
ngefans dengan enda kan ga haram
ngefans dengan enda kan bukan hal yang memalukan
terima kasih tuk semua yang udah memberi dukungan
agar mimpi sederhana ini nyata…
coz….. untuk datang dan ketemu enda langsung itu rasanya ga mungkin dech…
ketemu enda itu mimpi pasti lilis
tapi
kapan..
dan
di mana…
itu yang ga pasti
karna ga kan mungkin ada kesempatan…
aq bener2 ga berani nanya ke enda
aq ga berani …
sungguh dech aq ga berani…
gimana caranya agar aq berani?
gimana caranya agar cepet dapat foto & tanda angan enda yang asli?
Kelana Dunia Maya
Aku sorang pengembara di cyberspace atau sebutlah Kelana Dunia Maya itulah julukanku.
Singkat cerita, hari ini tanggal 5 Mei 2007 pukul 22 WIB dalam pengembaraan aku kali ini kuketemukan blog ini, tolong jangan tanya bagaimana aku menemukannya. Aku tidak kenal kamu, belum pernah tau siapa dirimu sebelumnya sebagai pemilik blog . Dari itu sebelumnya aku mohon maaf yang sedalam dalam nya karena aku telah singgah di blog ini dan sedikit banyak nya aku telah baca tulisan-tulisanmu. Aku sungguh tertarik membaca buah tangan mu ini, terkadang aku bagai membaca suatu puisi, pada lain tempat aku bagaikan membaca syair dan adapula laksana membaca sebuah prosa berirama yang sambung menyambung. Nah kurasa cukup sekian komentar dari aku sang kelana, insyaAllah bila ada kesempatan dilain waktu aku akan mampir lagi. Nah aku ucapkan selamat menunaikan tugas dan selamat berkarya, semoga engkau memiliki apa yang kau sukai, tapi bila itu belum terlaksana cobalah menyukai apa yg kau miliki. akhirul kalam wabillahi taufiq wal hidayah wassalamualaikum w.w.
aq penasaran aja siapa yang nulis kata-kata seperti itu. itu tulisan ada di “mimpi manis”
kenapa mesti pake nama samaran?
kenapa ga pake nama sendiri?
kenapa ga ninggalin jejak? jadi aq bisa tau siapa adanya dirinya
aq bener2 penasaran
aq pengen tahu…
![]()
Apa yang menurut qta biasa-biasa aja, belum tentu sama artinya di mata orang lain. Hubungan sosial dilingkungan kerja dan masyarakat pada umunya begitu kompleks. Aq ga abis mengerti mengapa begitu membabi butanya pandangan perempuan terhadap rekan kerja suaminya. Tanpa mencerna lebih mendalam akan makna sebuah ikatan kerja, akan makna sebuah hubungan social di lingkungan kerja.
Aq tahu cemburu itu normal, tapi ga bakalan menyangka jika aq mesti kena damprat gara-gara hubungan kerja dengan suami orang. Aq dan beberapa temen aq biasa memanggil si A dengan sebutan abang. Hal inilah yang menjadi sumber masalah. Kejadian ini udah lewat beberapa bulan. Tapi aq ga bisa ngelupainnya. Gara-gara sebuah sms aq kena marah, aq kena damprat, aq kena peringatan. Kesalahan terbesar aq, aq lupa klo istri si A ini pencemburu berat, aq ga tau klo aq mesti memakai bahasa resmi jika berkomunikasi dengan si A.
Gara-gara memanggil “abang”, sumpah serapah di alamatkan padaku, meski lewat sms. Tapi rasanya ga akan terlupa. Rasa sakit di tuduh yang tidak2, rasa kesel bin benci. Rasa menyesel aq, andai bisa aq ulang ga bakalan dech aq mengirim sms itu. Aq hanya menanyakan info sekolah, eh berbuah dampratan dari istrinya. Istrinya cemburu baget ‘n’ nanya-nanya mulu siapa aq sebenernya, padahal udah aq jelasin aq hanya temen kerja suaminya ga lebih. Eh dianya tetep aja ga percaya. Dia nelpon aq, aq angkat tapi dia ga mau bicara dia biarain aq cuap-cuap, istri si A hanya diam aja. Eh setelah nelpon dia damprat aq abis-abisan lewat sms.
Aq ga boleh lagi sms an dengan suaminya, aq ga boleh lagi berkomunikasi dengan suaminya. “Jangan Ganggu Suamiku” itu kata2 kasar di antara beberapa kata lainnya. Emang aq sebegitu jahatnya di mata dia, aq ga melakukan hal yang teramat fatal menurut aq tapi penerimaan istri si A sungguh di luar dugaan.
Si A udah aq kenal sejak aq kuliah, kenal karna satu daerah. Ga ada pikiran aneh-aneh terhadapnya. Pelajaran berharga dari kejadian ini, apapun kondisinya lebih baik sesedikit mungkin dech berbuat hal-hal yang kira-kira bisa bikin istri orang cemburu. Aq ga mau didamprat lagi hanya karna kesalahan berkomunikasi.
Apa yang terlihat didepan mata, itulah yang pertama menggugah emosi, apa yang nampak sekilas itulah yang memancing emosi. Aq ga terlalu ngerti seberapa dalam ketakutan seorang istri akan kehilangan orang yang di cintainya. Aq tahu cinta bisa membutakan segalanya. Hubungan suami istri adalah hubungan yang kompleks, yang qta ga akan tau apa yang terkandung di dalamnya.
Wanita adalah sosok penuh misteri, begitupun lelaki menyimpan rahasia tersendiri. Tapi… apa iya rasa cemburu dan ketakutan akan kehilangan pasangan, membuat logika tak jalan?. Jawaban pastinya tiap individu ga akan mungkin sama.Entah jalan mana yang terbaik yang mesti di tempuh agar ini ga akan terulang lagi. Semua hal yang dapat menimbulkan kesalah pahaman udah seminimal mungkin aq hindari. Kosa kata berbicara, aq jaga agar tetep pada relnya dan sesuai dengan situasi.
Karma kejadian itu aq paling “sensi” dech klo bercanda & berkomunikasi ama orang yang udah beristri, aq paling menjaga agar ga kelewatan berbicara,. Maksud qta bercanda tapi ada kalanya orang mengartikan lain. Jika udah terlanjur terjadi bercanda kelewatan dan minta maaf udah di lakuin, yach… akhirnya pasrah aja dech orang mau bilang apa. Yang penting aq tulus berbicara bin bercanda dan ga ada tujuan di baliknya.
Satu harap aq moga aja lingkungan kerja aq bisa kembali kondusif dan permasalahan keluarga ga menggangu kinerja aq. aq ingin dunia kata & dunia nyata ga membuat aq tertekan karna kesalahan berkomunikasi.
Setahun.. yach …. Genaplah sudah setahun aq tekunin kerjaan baruku sebagai seorang umar bakri. Aq “baru” dalam dunia pendidikan ini, aq masih hijau dalam bidang ini. Otak aq masih mengingat dengan baiknya segala teori di kampus biru. Tapi… teori tetaplah teori, kenyataan berbicara lain. Betapapun aq berusaha dengan sekuat tenaga membaktikan diri tuk membuat semua menjadi lebih baik. Tapi pikiranku tak sejalan dengan kenyataan yang ada.
Setahun aq mengajar, setahun aq mendidik, setahun aq mempraktekkan semua teori yang selama ini aq peroleh. Teori ilmu ‘pendidikan’ tinggallah teori. Interaksi di lingkungan kerja begitu jauh dari harap indahku. Dunia pendidikan tak lepas dari intrik dan persaingan, bagaikan dunia mafia begitu aq mengistilahkannya. Kebenaran berlaku tak mennetu, situasi dan ‘mood’ pegang kendali.
Aq memilih kerjaan ups.. pekerjaan ini dengan penuh kesadaran, karna inilah dunia yang ku impikan sejak pertama aq masuk kampus. SMA tempat aq mengajar adalah SMA yang baru berumur 2 tahun menjadi SMA Negeri. Tapi… bagiku itu tak masalah, aq bisa seiring selangkah membangun SMA ini agar menjadi SMA yang siap menghadapai tantangan dimasa mendatang.
Tim pengajar bin pengelola sekolah di SMA aq hanya ada 13 orang guru, termasuk 1 orang kepala sekolah. PNS yang ada hanya 2 orang, CPNS 7 orang dan guru honor 4 orang. Untuk tahun pelajaran 2006 / 2007 siswanya berjumlah 170 siswa, kelas XII 60 siswa (IPA 28 siswa, IPS 32 siswa) , kelas XI 39 siswa (IPA 17 siswa, IPS 22 siswa) dan kelas X 69 siswa.
Tahun ajaran 2006 / 2007 SMA aq lulus 100 % siswa kelas XII nya. Meski tanpa laboratorium, tanpa perpustakaan, tanpa computer, pokoknya tanpa fasilitas penunjuang yang lengkap. Seharusnya aq bangga, yach aq seharusnya bangga, tapi… aq ga bisa bangga.
Pendidikan di dunia nyata begitu beda dengan slogan dan teori yang sering di ucapkan oleh petinggi pendidikan. Bagai buah simalakama itulah dunia pendidikan yang aq jalani. Berbuat begini salah, berbuat begitu salah, semua mesti sesuai dengan kepentingan petinggi pendidikan.
2 semester aq curahkan tenaga dan pikiran tuk membuat anak mengerti dengan pelajaran. 2 semester aq mendidiknya agar mengerti apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan. Pokoknya semua hal yang udah aq pelajari aq berikan ke anak didik aq. Tapi di akhir tahun semua itu sirna. Hasil kerja bukan penentu, tiada guna perjuangan jika petinggi berkata lain.
Simalakama, begitu pepatah orang
ada begitu banyak hal
ada begitu banyak aspek yang mesti dipertimbangan . Perasaan, bukan benda mati. Perasaan adalah sebuah rasa yang mempengaruhi jiwa, membuat hidup berdinamika. Ada sejuta pertimbangan untuk sampai pada titik akhir. Orang tua dengan sejuta harap menyekolahkan anaknya. Tapi terkadang anak tak menyadari betapa berarti dirinya untuk orang tuanya.
Kesempatan untuk merubah diri, kesempatan tuk melangkah menjadi lebih baik itulah yang terbaik yang bisa di berikan umar bakri agar sinar kebahagiaan dan kebanggaan di mata ortu terus bersinar. Pilihan ini sulit, tapi keputusan mesti di ambil dan di jalankan. Kata hati berkecamuk, berdebat moral, etika dan segalanya. Hidup tak sendirian, qta perlu peduli dengan lingkungan sekitar dan segala isinya.
Umar bakri adalah pekerjaan penuh dinamika, sarat problematika, menguras tenaga dan pikiran. Setahun aq menggeluti pekerjaan ini bermacam onak dan duri menghadang. Ada tekanan yang menghimpit menyesak dada. Ada tawa canda yang ceriakan hari. Aq pernah berada di satu titik asa yang yang tak kuyakini, aq menangis semalam, semalam dan semalam, aq merenung dan merenung. Aq tak kuat dengan tekanan kerja. Lingkungan kerja yang tak pasti, tak ku tau kemana angin berhembus. Setengah mati aq kompromikan diri tuk bisa ikuti ritme dan aturan kerja yang udah ada. Meski hati ini tak terima, tapi aq mesti paksakan diri dengan keadaan ini.
Guru adalah pekerjaan yang selalau dipandang hina oleh orang lain di luar linggungan guru. Mereka lupa tanpa guru ga akan mungkin mereka menjadi seperti sekarang ini. Aq bahagia tapi aq juga sedih dengan pekerjaan aq ini. Guru bukan robot, yang tanpa perasaan. Pergolakan batin selalu mewarnai perjalanan hidupku sebagai seorang penerus umar bakri. Aq berdiri di persimpangan jalan yang sulit, kemanapun melangkah resiko terburuk terus menghantui.
Satu hal yang pasti yang dapat aq maknai dari setahun masa tugas aq.
Guru juga manusia biasa, perasaan adakalanya di prioritaskan demi kemanusiaan. Hasil akhir bukan harga mati, perlu sebuah kebijaksanaan agar lentera di dalam keluarga tak padam. Satu yang selalu aq ingat “Jangan patahkan asa seseorang” karma itu sama halnya dengan membunuh satu generasi. Berikan kesempatan kedua untuk memperbaiki diri.