kemaren…
ada luka karna sepatah kata
luka yang menyesak dada
sepatah kata
yang buatkan rasa duka
aq pengen ngertiiin klo itu kata adalah kejujuran
aq pengen memahami itu ungkapan tulus
aq pengen mengerti itu hak pribadi
bukan salahnya….
klo dia berucap kata itu
bukan salahnya klo dia berfikiran begitu
aq bukan manusia sempurna
dengan setukus hati
aq ucap kata pamitan
aq ucap kata perpisahan
aq bukan sang penggembala domba
aq bukan pendusta
kenapa sich selalu aja nempatin diri di posisi tertinggi?
kenapa sich selalu melihat dari kaca mata diri sendiri?
aq tau ada canda
aq ngerti saat tertawa
tapi…
rangkaian kata itu buatkan luka
rangkaian kata itu bukan canda
aq bukan penggemala domba
bulir air mata membasah pipi
rasa sakit menghujam di lubuk hati
semalam…
tak dapat ku pejam mata
dengan kata …
aq pernah tertawa
lewat kata ku kenal teman dunia kata
rangkaian kata
yach hanya rangkaian kata
tlah buatkan duniaku mengharu biru
aq begitu percayta dengan seseorang dari dunia kata
seorang temen yang hanya ku kenal lewat kata
seorang temen yang ku percayakan semua rahasiakau
kemaren….
begitu pengen aq cerita
begitu pengen aq ngobrol
tentang luka yan ku rasa
kau selalu bisa hiburkan aq
kau selalu hasir dengan candamu
kamu temen yang selalu ngertiin aku
denganmu aq rasakan damai di hati
aq terluka karna kata itu
meski ku tau itu haknya bicara
asak dia tau
kata2ya itu menggorekan luka
menyakiti sepotong hati
bila kau menemaniku saat ini
aq pengen kau bantu aq
teriakkan kata di hadapnya
betapa aq terluka karna kata2nya
aq bukan penggembala domba